Welcome text

Minggu, 20 Januari 2013

Back To Medan

       Sebenarnya ga ada niat buat nulis kisah perjalanan aku pulang ke Medan. Tapi kali ini, ada yang berbeda aja sama perjalananlku dari Jakarta hingga ke Medan. Aku balik ke Medan tanggal 17 Januari 2013. Di tiket tercatat kalo jadwal keberangkatan pesawat ku itu jam 15.00 WIB dengan nomor penerbangan JT 0202 dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Berhubung karena perjalanan dari Ciputat ke Cengkareng itu jauh, aku berangkat dari asrama jam 10.00 WIB bareng teman ku yang orang Medan.
      Jadi, aku harus ke terminal Lebak Bulus dahulu untuk bisa mendapatkan Damri yang akan mengantarkan kami ke bandara. Aku memilih untuk naik ojek dari asrama karena koper yang supeeeer gedek yang aku bawa. Sementara temen aku itu, dia di anter sama temennya. Eh, tapi ujungnya aku juga yang sampe deluan ke terminal. Aku harus nunggu temen aku datang. Tapi....ternyata Damrinya datang dan langsung diisi oleh penumpang lain yang akan ke bandara juga. Di situ aku langsung panik. Hell! Gimana ga panik coba? temen aku itu belum datang-datang juga!! Sementara untuk menunggu kedatangan Damri yang selanjutnya itu butuh waktu hampir sejam lebih karena Jakarta macet akibat banjir yang melanda pusat kota Jakarta -.-v
       Temen aku lalu datang, tapi masalahnya....damrinya itu udah penuh! Kalau mau yah berdiri!!! Akhirnya aku harus mengikhlasin  damri itu dan menunggu damri selanjutnya. Satu jam kemudian, damri belum datang-datang juga. Waktu itu jam udah nunjukin pukul 11.30 WIB! berarti waktu ke bandara tinggal dua setengah jam lagi. Di saat yang bersamaan, ada bapak-bapak nawarin naik taksi dengan biaya Rp. 40.000,- nyampe bandara. Daripada ketinggalan pesawat, akhirnya aku maksain temen aku buat naik taksi aja. Kami berdua naik taksi bareng dengan seorang bapak dan ibu yang ga kami kenal.
       Ternyata masalah ngga berhenti sampe di situ aja! Di tengah jalan ke bandara, kita terjebak macet. Pertamanya kita udah masuk tol Slipi *kalogasalah* tapi kita harus putar balik karena satu hal yang sedang maraknya diberitakan di seluruh media massa di Indonesia - Banjir -. Kita putar balik keluar tol dan masuk ke tol lain *lupa*. Belum sampai di tol bandara, kita terjebak macet lagi dan harus melewati banjir yang kira-kira tingginya sampe setengah ban mobil taksi. OMG! imagine it! Jalan ke bandara aja bisa banjir?? apa kata bule' kalo melihat hal ini?! Oke, bukan bermaksud jelekin Indonesia. Tapi hal ini bisa jadi pelajaran buat pemerintah untuk bisa mengatur masalah tatanan kota Jakarta dan banjir yang terjadi hampir setiap tahunnya!
Akhirnya kita sampai juga di bandara sekitar jam 13.30 WIB dan saat itu hujan turun dnegan derasnya.wuuussss....dari taksi masuk ke bandara kita lari biar ga keujanan. Sampai di loket Lion Air, pesawat yang akan kami naikin, aku langsung nukar kode untuk mendapatkan tiket pesawat. Lalu kita berdua langsung masuk ke dalam setelah melewati pemeriksaan dan X-Ray dan langsung Check In terus lanjut ke pembayaran pajak bandara dan kembali melewati pemeriksaan dan X-Ray kedua dan terakhir masuk ke gate B2, gate keberangkatan kami.
       Di gate B2, kita nunggu sampe jam 15.00 WIB tanpa melakukan hal yang berarti. Si kawan diem aja. Lah aku? cuman makanin roti yang memang ku bawa dari asrama. Sampe jam 15.00 lebih, belum ada pengumuman keberangkatan JT 202. Aku langsuing stress, panik! What the hell it is! Ga sengaja aku mendengar bahwa pesawat kami mengalami delay sampai jam 16.00 WIB. Akibat delay, kami diberikan roti sebagai pengganjel perut, hehe. Terus kami nunggu lagi sampe jam 16.00 WIB. Dan kembali, ngga ada pemberitahuan dari pihak Lion Air. Aku kembali stress dan panik. Aku pun berdiri dan keliling ruangan, ngelihat kondisi. Di dekat pintu menuju pesawat, aku ngelihat orang-orang pada membentuk barisan dan antrian. Iseng dan penasaran, aku tanya ke petugas yang nggak jauh dari situ. Dan dengan kalemnya tu petugas bilang: "iya mbak. Itu yang keberangkatan Medan". Dalam hati aku langsung, Damn!! Shit!!! Tanpa ada pemberitahuan dari speaker bahwa udah bisa boarding pass, antrian udah terbentuk aja! Untung aku nanya, kalo enggak gimana? Kemungkinan ketinggalan pesawat itu hampir 95%! Akupun bilang makasih ke petugasnya dan memanggil temenku untuk ikutan ngantri. Untung petugasnya cakep. Kalo enggak...hehe./.ngga tau juga siiih.
       Kamipun ikutan ngantri. Nah, waktu kita udah dekat boarding pass, tiba-tiba terjadi chaos sedikit antara penumpang dan petugas. Petugas bilang bahwa dalam pesawat itu free seat, artinya bebas memilih tempat duduk. Kami, para penumpang yang tak mengertipun langsung melayangkan protes karena petugas Lion Air seenaknya mengatakan free seat. Hah! Belum tahu petugas ini kalo mereka berhadapan sama orang batak! ha ha! Melewati boarding pass, kita langsung masuk pesawat dan nyari tempat duduk yang kosong. Aku dan temanku duduk terpisah. Aku dapet tempat kosong di seat 6B, di tengah. Di sebelahku kanan ku duduk cewek yang emm..cukup cantiklah. Dia lumayan ramah dan ternyata udah masuk semester akhir dari Solo. Sementara di sebelah kiriku ada ibu-ibu. Mereka berdua berasal dari penerbangan yang berbeda karena akibat cuaca, banyak penerbangan didelay dan beberapa nomor penerbangan digabung.
       Ga berapa lama saat menunggu pesawat take off, tiba-tiba ada bapak dan isterinya yang protes pada pihak Lion Air akibat free seat. Ternyata tempat yang aku duduki adalah milik dia dan isterinya. Saat itu, aku langsung ngerasa was-was dan nggak enak sama si bapak. Tapi kasihan juga sama pihak Lion Air. Mungkin juga mereka ngga bakal nyangka bahwa akan terjadi insiden seperti ini. Setelah tampak puas, si bapak akhirnya ngalah. Akupun bernapas cukup lega. Akhirnya pesawat take off sekitar jam tengah lima dan alhamdulillah sampai dengan selamat tepat jam 06.26 sore. Angka yang cukup unik -> 626. ha ha
       Well done, sekian cerita saat aku balik dari Jakarta ke Medan Bloggers! Thank youuu for reading!!! :)(:

Rabu, 16 Januari 2013

Semester Satu

Benar-benar nggak kerasa banget kalo aku udah ngejalanin kuliah selama satu semester dari mulai OPAK (OSPEK) sampai akhirnya bisa nyelesain UAS dan sekarang liburan selama 1 bulan \(´▽`)/ Kira-kira, darimana aku memulai kisah satu semester ini? Hem, bagaimana jika aku memulainya dari asrama putri tercinta?

"So, di Tangerang Selatan, tepatnya Ciputat, aku nggak tinggal di kost-kost-an, melainkan di sebuah asrama milik kampusku, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Yah, berhubung aku ini newbie di pulau orang dan nggak tahu apa-apa, jadi aku dipercayakan tinggal di asrama yang dipimpin oleh dosen Bahasa Arab, Bunda Naily. Tentang kamar, yah, kamarnya cukup sederhana. Aku tinggal bareng 3 orang teman baruku yang satu jurusan, yakni Hubungan Internasional, karena di sini aku sama sekali sendirian. Mereka bertiga berasal dari Bogor dan Bekasi. Walhasil, setiap akhir pekan aku selalu ditinggal pulang sendiriaan. Ketiganya adalah Via, Ana, dan Rani.'
'Dimulai dari Via. Kesan pertama lihat seorang Via adalah "wah, ni anak kaya'nya jutek amat deh..ckckck". Eits, itu kesan pertama. Tapi setelah aku tinggal bareng dia selama 4 bulan lebih, ternyata pandanganku salah. Via itu orangnya enjoy banget. Bisa diajak have fun juga. Kita juga kadang sering sehati. Terutama dalam hal menonton film. ha ha ha. Ternyata Via itu salah satu Conan Lovers, sama kaya aku. Ditambah lagi aku berhasil menyebarkan virus-virus Kurohitsuji (Black Butler) ke Via. Jadi deh kita makin menjadi-jadi. Di saat kita berempat nonton film non-horor, pasti yang paling terakhir tidur itu yah kita berdua. Terutama waktu nonton film Detective Conan.'
'Selanjutnya ada Ana. Orang yang paling terakhir datang ke kamar 213A. Waktu itu kebetulan Via dan Rani belum datang ke asrama. Jadi, cuma ada aku di kamar saat Ana datang. Ana datang bareng nyokap dan kedua adiknya. Pertama kali aku ngeliat Ana, 'wah, ni cewek kayaknya kemayu dan pendiem gimanaaa gitu. Kayak gadis-gadis keraton Jawa itu looh xD. Dan ternyata dia lagi sakit karena habis kecelakaan. Kenapa aku bilang pendiem? Karena memang kami itu diem-dieman. ha ha ha. Eh ternyata!!! Ana itu orangnya yang paling ramai. Yang aku suka ya kalo Ana ngomel-ngomel baik di asrama maupun kampus. Kebetulan Aku, Ana, dan Via itu satu kelas di kampus. Kenapa aku suka? karena kalo dia lagi ngomel itu lucu bangeet...'
'Dan terakhir ada Rani. Orangnya kalem menurutku. Kesan pertama liat? Kayaknya anak ini tipe kelas orang kaya yang yah gimana yah? Yang kaya di tv2 itu loooh. Dan sekali lagi, pandangan aku itu salah!!! Rani sama sekali nggak termasuk orang kayak gitu. Dia malah ngga gabung dengan anak-anak yang terkesan 'hedon' gitu. Dia kalem, tapi kalo udah urusan mau-pakai-apa-ke-kampus, dia pasti yang paling riweh. haha. Dia kalem, tapi kalo kita udah ngakak, yang paling kuat ketawa nya yah pertama Rani, hehe dan selanjutnya aku. wkwk.'
'Kita berempat memang berbeda-beda. Tapi aku senang dengan perbedaan itu. Karena dengan perbedaan itu, kami masih bisa bersatu dan berteman satu sama lain. Tanpa ada chaos di tengah kebersamaan kami dan yang terpenting, di antara kami sama sekali nggak ada anak yang freak sampai chetar membahana olalaaa xD"
"Lanjut ke keseharian ku di kampus. Yah awalnya gitu-gitu ajalah, kupu-kupu (kuliah-pulang) kampus-asrama. Tapi setelah agak lama, aku masuk ke beberapa organisasi. Dan hal terakhir yang aku lakuin untuk mengisi waktu luangku adalah ngajar les. hahaha. Ehem,...dan masalah love2an, cieee xD, ceritain gak yah? ok, ceritain aja deh.'
'Aku sempat tertarik sama beberapa cowok di FISIP. Dan salah satunya pernah jadi 'cowok' aku. Gitu istilah zaman sekarang? Pacaran gitu deeh..hehe. Namanya Labib. Kita beda kelas dan kita baru satu bulan saling kenal gitu. Dia itu temen cowok pertama yang aku kenal di FISIP lewat twitter waktu lagi sibuk-sibuknya ma ospek. Waktu itu, aku iseng aja nanya siapa cewek yang dia suka xD eh, ngga taunya, besoknya dia bilang suka sama aku. Akukan jadi wow gimana gitu yaah..hahaa. Trus kita jadian deeh. Dan dia itu lucu. Ntah karena grogi atau gimana, dia jadi kayak malu-malu gitu deeh.hahaaha. Tapi hubungan kami ngga bertahan lama karena ada beberapa hal yang memang membuat aku nggak bisa lanjut sama dia. Dan hal2 itu hanya aku dan Allah yang tahu lah. Dia juga ada tahu sih beberapa hal. hehe. Dia itu sebenarnya tipe aku. Dia itu termasuk cowok yang mungkin di zaman sekarang ini udah tergolong langka..hehe. Dia itu baik, alim/soleh, ngga ikutan anak-anak hedon, aktif, dan kata temen-temennya dia pinter - katanyaa sih, tapi aku percaya kok ;), trus kayaknya hampir satu FISIP angkatan aku itu kenal sama dia. Tapi yah kembali kepada beberapa hal itu yang membuat aku ngga bisa bersama sama dia. Maaf yaa bibiiib x(. Tapi kamu tetap mantan pacar terbaik kok buat aku #barupacaran2kaliajapun.'
'Setelah dapet status jomblo lagi *ngenesbet*, aku yah kembali seperti biasa dengan status jomblo. It's ok, just woles and happy kok. Aku mulai fokus sama UAS. Em, ngga fokus-fokus amat siih. Karena ada beberapa pelajaran yang sama sekali kurang aku simak x(. Terutama sama politik. Secara sejak dulu itu keluarga aku ngga terlalu suka sama politik dan hukum! Dan aku nggak pernah ngebayangin di HI itu ada dua hal itu. Dan ternyataaa.....dua hal itu termasuk hal penting dalam ilmu HI. Ya Allah...x(((. Tapi, ini pilihanku dan aku sama sekali nggak boleh ngeluh!!! Tantangan itu untuk dihadapi, bukan dihindari!!!"

Kira-kira, beginilah kisah satu semester ku di UIN Jakarta. Yang aku tulis memang masih sebagian kecil aja kok. Karena nggak mungkin aku tulis secara detail banget. Bisa-bisa diprotes sama pihak blogger lagi karena terlalu panjang.

Well done, bye bloggers. Danke Schon and wait for the next story ;p
Much love, Fajriin.K.Nasution

Senin, 24 Desember 2012

Mama, Get well soon

       Semalam bener-bener kaget dan mau nangis waktu mama bilang kalo besok (hari ini) mama mau operasi pengangkatan sinus. Rasanya itu kayak dihantam sama batu yang runcing banget. Apalagi aku cuman bisa denger cerita mama karena ada di pulau orang.
       Dan hari ini, mama menjalani operasi sekitar pukul 04.00 sore. Dari pagi perasaan aku udah was-was aja. Ya Allah, semoga nggak ada apa-apa sama mama. Semoga semuanya lancar. Sekitar jam 05.00 sore, kakak aku baru nelpon. Sebenarnya sebelum itu aku udah kesel banget sama dia. Aku minta ditelepon itu sebelum mama operasi, bukannya setelah operasi! Tapi Alhamdulillah ya Allah, Allah melancarkan segalanya. Kata Ayah, operasi mama berjalan lancar. Tinggal nunggu hasilnya aja. Tapi, di hati aku masih ada perasaan nggak tenang. Ya Allah, semoga kabar yang diberikan dokter baik-baik aja. Mama bisa sembuh seperti sedia kala. :')
       Ma, sebenarnya adek pengen banget ada di samping mama sejak mama masuk Rumah Sakit, sampai mama sembuh total nanti. Tapi, gimanalah. Adek lagi ada di Jakarta. Mau Skype-an sama mama, kata kakak ngga ada pulsa modem :| huaaaa..adek bener2 pengen selalu di deket mama. Adek kangen mama. Tapi, Insya Allah adek selalu do'ain yang terbaik buat mama kok dari Jakarta sini. Adek percaya, Allah akan menolong hamba-Nya yang baik. Mamakan orang baik, wanita paling the best!
I for you, Mom
I love you, Mom
You are everything
Ya Allah, lindungi mama, sembuhkan mama...

Kamis, 15 November 2012

Id Adha Alooooone



Okke, aku tahu ini event udah lewat. Tapi aku tetep pengen aja nge-post ini. :D
Postingan kali ini adalah untuk pertama kalinya aku shalat Idul Adha sendirian. Eh, gak sendirian juga siih. Aku shalat Id Adha di tempat Om dan Tanteku di daerah Bekasi. Nah, kenapa aku bilang sendirian??? Karena untuk pertama kalinya aku ngerayain Id Adha jauh dari keluarga, terutama orang tua :'(. Beginilah nasib anak yang ngerantau. Agak sedih juga sih. Karena yang biasanya kalau lebaran itu aku shalat bareng keluarga dan yang terutama sungkeman ma Ayah dan Mama, kali ini aku nggak bisa ngelakuin hal itu. Tapi syukur deh, aku bisa ngucapin selamat Id Adha sama mama. Padahal pengen ngucapin sama Ayah juga, eeh...ternyata bapake belum pulang dari mesjid. Terus nggak bisa ngerasain masakan mama, kayak ketupat, lontong, sate dan yang utama itu rendang dan soup. Huaaa....andai ada perusahaan yang bisa ngirim secepat download dari internet, pasti aku bakalan minta ma mama buat ngirimin masakan mama. Soalnya aku kangeeeeen banget sama masakan mama. Mau siapapun yang masakin makanan kesukaan aku, kalau itu bukan masakan mama, tetep aja aku nggak sukak. Pokoknya masakan Mama itu the best. Okke...sabar menunggu aja Fajriinopus sampe liburan semester tiba :D
Sekian. Terimakasiiih


Minggu, 11 November 2012

Sometimes

Sometimes, I feel like I'm the happiest girl in the world
Sometimes, I feel like I wanna laugh out loudly forever
Sometimes, I cry and like the poorest girl in the world
Sometimes, I feel like I'm the luckiest girl in the world
Sometimes, I'm angry and couldn't control my self
Sometimes, I get bored
Sometimes, I get tired
Sometimes, I get sick and headache
Sometimes, I feel nothing
Yeah, so..this's life. try to imagine what you gonna be tomorrow and forever in your life... 

Jumat, 02 November 2012

No Title

       Nggak tahu kenapa, aku mau nulis tentang seseorang yang udah nge-inspire aku banget, orang kedua setelah orang tua aku. Dan orang ini udah nggak asing lagi di telinga kita. Dia adalah Justin Bieber, seorang penyanyi super star asal Kanada. Sedikit latar belakang tentang dia, Justin dulunya bukan dari keluarga mampu. Bisa dibilang yaaah...ekonominya rendah karena dia hanyalah anak single parents. Dia tinggal bersama ibunya yang kerja keras hanya untuk menghidupi mereka berdua. Bahkan, Justin pernah ngamen di depan umum. Nah, bagaimana seorang yang mengamen dan dari kota kecil Kanada bisa menjadi seorang super star??? Semua berawal ketika Justin ikut lomba Stratford Idol dan berhasil meraih Runner Up. Dari situ, ibu Justin, Pattie Mallette, mengunduh video menyanyi Justin ke Youtube untuk ditunjukkan ke sanak saudara. Dan ternyata, banyak pengunjung Yotube yang menyukai videonya dan meminta lagi hingga Justin mengunduh beberapa videonya lagi. Sampai pada akhirnya, Scooter Braun, manager Justin, merekrut Justin menjadi seorang penyanyi super star sampai yang bisa kita ketahui seberapa mendunianya seorang Justin Bieber.
       Dan inti dari semuanya, aku terinspirasi banget sama Justin Bieber. Secara tidak langsung, lewat quote andalannya dia udah mengajari aku untuk tidak mudah menyerah gitu aja terhadap sesuatu. Quatenya: Never Say Never. Dia berhasil membuktikan bahwa seorang yang nggak mampu seperti diapun ternyata bisa menjadi seorang super star yang nggak dipandang sebelah mata oleh orang banyak. Mungkin kalau dilihat memang jalan dia menjadi sukses itu mudah banget. Hanya upload video, ditemukan Scooter Braun, udah, jadi super star. Tapi pada kenyataannya, dia itu nggak langsung terkenal. Dia harus membuktikan talentanya pada Usher agar menjadi mentornya dan keliling Amerika Serikat hanya untuk mempromosikan albumnya. Dan itu nggak mudah. Karena dia harus memulai dari penonton yang sedikit sampai akhirnya beratus ribu orang pengin melihat konsernya. Seorang remaja 18 tahun yang pada saat itu masih sekitar 15 tahunan.
       Mungkin memang nggak ada seorangpun yang mengerti seberapa besar Justin udah menginspirasi aku. Dia yang udah buat aku harus mewujudkan impian-impian yang hanya ada di imajinasiku doang. Seperti impianku untuk bisa sekolah ke Jakarta dan sekolah ke luar negeri *amiin ya Allah*. Jujur, pertama kali aku bukan suka sama tampang seorang Justin. Awalnya aku cuman terpesona sama suaranya yang menurutku lembut tapi berenergik. Dan malah aku kira dia itu seorang cewek berumur 7 tahun. Sama seperti aku terpesona pada suara seseorang yang sekarang ada di hati aku...
       Dan gara-gara seorang Justin, aku menjadi orang yang nggak gaptek. hehehe. aku memang fansnya, seorang beliebers yang udah suka sama dia sejak Agustus 2010. Dan jujur, nggak ada artis lain manapun yang berhasil menggeser posisi Justin Bieber. Tapi, aku bukan seorang beliebers yang sangat fanatik. Aku cuma punya 2 posternya, tapi nggak pernah aku tempel. Malah masih utuh di dalam plastik. Aku nggak sempat beli bukunya yang FS2F karena kehabisan dan aku nggak bisa beli buku terbarunya yang JGS karena nggak punya uang. Aku nggak punya parfumnya. Aku nggak punya sepatu supranya. Aku nggak punya Album kaset aslinya. Aku nggak punya marchandise mengenai Justin. Aku jarang ngestalking twitter dia dan bahkan jarang ngemention ratusan atau ribuan kata ke dia hanya untuk minta difollow back olehnya. Dan bahkan sekalipun aku pengen banget nonton konsernya, aku nggak mau terlalu banyak berharap bisa nonton karena aku sadar, aku bukan orang kaya yang asal minta duit ke orang tuanya. Aku ya aku.
       Karena bagiku, nggak masalah jika sekalipun aku nggak punya semua hal di atas. Mendownload semua lagu-lagu dan MV Justin, ngeliat Justin di TV atau mendengarkannya di radio, dan tetap mendukungnya agar terus keep moving forward dan nggak ninggalin dia aja udah cukup bagi aku. Karena menurutku itulah arti Beliebers yang sebenarnya. Toh, Justin juga nggak pernah nyuruh beliebers-nya untuk memiliki semua hal itu. Dan Justin Bieber, benar-benar udah menjadi perjalanan kehidupan remaja aku :)

Senin, 29 Oktober 2012

Trip to the PTN

As I've promised before...I'll tell my roller coaster story until I got into the State University...Roller coaster, really like a roller coaster...Well, Check it out!       Aku nggak tau mau mulai darimana. Apa yang aku alami untuk mencapai salah satu impian aku, yakni masuk ke salah satu universitas negeri di Indonesia ini rasanya betul-betul perjuangan banget. Biarpun pada kenyataan lapangannya nggak begitu penuh perjuangan banget siih. Tapi aku bersyukur karenanya. Mungkin, lebih baik cerita ini dimulai dari saat SNMPTN undangan yang menyesakkan dada.
       Tingkatan terakhirku di SMA terdampar di kelas 'monster'. Demi apapun! Itu bener-bener kelas terngeri juga terapik dan terbaik yang pernah aku masuki selama SMA. Dimana sebagian besar muridnya adalah tergolong murid yang pintar tingkat dewa. Dan sampai sekarang aku nggak tahu kenapa aku bisa terdampar di kelas itu. Pertama kali, aku udah pasrah. Pasrah karena nggak bakal bisa masuk 5 atau seenggaknya 10 besar lagi kayak aku di kelas 2 SMA. Dan aku tahu satu hal, disini aku terancam. 'Terancam' nggak bakal dapat SNMPTN Undangan yang aku idam-idamkan. hiks....
       Dan mimpi buruk itu bener. Aku dapet rangking yang jauh dari perkiraanku *sebenarnya udah duga siiih...* *dan jangan tanya berapa, because it's secret :p*. Dan impian dapet SNMPTN undangan kayaknya memang harus dibuang jauh2 sampai ke negeri Jerman. And yo' know what?! Impian ku itu ternyata datang lagi jauh2 dari Jerman balik ke Indonesia. Ternyata khusus kelas uhuk 'unggulan' itu, namaku masuk jalur undangan. Sekali lagi, *ambil toak mesjid* "AKU MASUK UNDANGAAAAAN!!! ASDFGHFGDJKL!!!". Aku seneng, aku girang. Kalo lagi nggak di sekolah, pasti aku udah jingkrak-jingkrak kayak orang gila. Aku tahu, itu hanyalah sebuah undangan, yang belum tentu aku diterima atau enggak, tapi itulah awal dari segalanya yang dirasa sangat berputar-putar. Awal dimana aku seperti sebuah bola yang dilempar dan dipantulkan bolak-balik ke sana-ke sini.
       Dari situ, aku udah sibuk nyari PTN mana yang mau aku masuki dan sharing-sharing ma orang tua. Ayah nyarani aku biar masuk ke Kedokteran Hewan. Aku mikir kayaknya keren tuh. Dan aku setuju dengan usulan ayah, itung-itung berbakti pada orang tua..hehehe. Dan disitu aku sadar, kalo aku milih itu, maka impian ku sejak kelas 1 SMA untuk ngambil Hub. Internasional harus aku tinggalkan. Karena aku hanya bisa memilih satu. Jadi aku putuskan milih Kedokteran hewan dan mulai jatuh cinta pada jurusan itu.
       Ternyata, semua nggak seindah yang kita bayangkan. Panitia SNMPTN undangan mengumumkan perubahan dimana setiap kelas hanya mengundang anak yang rangking 1-12. Dan aku langsung ngerasa dunia nggak fair. Itu artinya, perjuanganku dari kelas 1 sampai 2 yang selalu dapet peingkat 10 besar *bukan sombong siih* itu sia-sia. Dan aku kesel setengah hidup sama sekolahku yang bener-bener ngasih aku harapan palsu #apasiih. Dan semua impian aku kembali lagi ke Jerman...hiiikss.....aku kesel, aku sebel, dan aku benciiiii......karena rasanyanya itu... kayak...'that should be me' :'(((. Tapi ntah dapet dorongan darimana, aku terus berdoa, semoga ada perubahan ataupun hikmah dari semua ini. Ntah itu panitianya tersadar dari alam bawah sadarnya bahwa nggak harus rangking 1-12 yang masuk undangan, atau apapun lah itu.
       Ntah memang sangat benar kalau Allah itu Maha Baik dan Adil atau dewi fortuna iseng nyantol ke aku, ternyata ada perubahan lagi. Bahwa panitia sendiri yang akan menentukan siapa-siapa aja yang mendapat jalur undangan. Ini berarti I could get that chance!!! Aku terus do'a supaya aku masuk. Ntah kenapa, jalur udangan ini terasa sangat berarti dan penting banget buat aku. Pengumuman datang dan guess what??!! Aku dipanggiiiil...aku dapet jalur undangan. Mama-Ayah, your pretty tochter got the invitation!!! Asli, saat denger namaku dipanggil dalam ruanagan media aku langsung nangis kayak anak kecil dan sujud syukur. Doaku dikabulin sama Allah dan aku seneng setengah mati. Dan impian aku travel lagi dari Jerman ke Indonesia..ehehe...aku mulai menuliskan 2 universitas yang ingin ku masuki. Kalau dipikir-pikir, aku kayaknya memang udah gilak. Padahal itu hanya undangan yang toh belum tentu aku diterima di universitas itu. tapi yah namanya ungkapan hati, aku tetep seneng dan bersyukur berulang kali. Tandanya aku bisa membuktikan kepada sekolah bahwa hasil belajar ku selama di SMA itu nggak sia-sia karena aku masuk jalur undangan.
       Selanjutnya, aku hanya perlu nunggu pengumuman sampai Mei *kalau nggak salah nginget :p*. Waktu berlalu begitu cepat yang mana aku habiskan untuk persiapan ikut ujian SNMPTN jalur tulis. Aku ikut bimbel untuk menunjang otak ku yang standar ini supaya bisa berperang saat ujian. Tapi aslinya, aku hanya setengah serius dalam mencari ilmu. Beneran deh. Kebanyakan pas bimbel itu aku cuman merhatiin tapi nggak banyak yang nyangkut di memori ku dan ditambah kalau udah siang, aku lebih milih tidur di depan tentornya sendiri *yahiyalah fajriiin...wong tempat dudukmu selalu paling depan!*, dan satu lagi, aku lebih sering jahilin dan godain bestie aku supaya ngobrol ma aku. Bener-bener perbuatan yang tak patut ditiru *stop! jangan tiru adegan ini!*.
       Kira-kira 5 hari sebelum pengumuman jalur undangan dan lulus/tidak lulus SMA, aku daftar SNMPTN tulis. Nah, disitu aku galau campur bingung. Mau milih apa aku ini? Yang pasti, aku nggak mungkin milih 2 universitas yang aku pilih saat jalur undangan. Bukan apa-apa ya. Itu semua karena aku tahu kemampuan otakku yang udah pastilah aku nggak bakal lulus di 2 universitas yang Passing Gradenya tinggi-tinggi. Karena itu, impian aku buat masuk kedokteran hewan harus aku kubur dalam-dalam di jalur tulis ini. Saat itu aku masih berharap banyak sama jalur undangan.
       Akhirnya, cita-cita lama mencuat kembali dari alam kuburnya. Hati aku kembali bilang bahwa aku harus milih jurusan Hub. Internasional. Akhirnya aku pilih jurusan itu paling pertama di Jakarta Islamic State University *biar keren...* atau UIN Syarief Hidayatullah Jakarta. Yang kedua aku pilih di universitas yang sama jurusan Farmasi, dan yang terkahir aku pilih Agribisnis-USU. Selesai. Setelahnya, aku kembali galau mbak-e. Gimana enggak. Pertama nih yah, aku dari IPA, nggak ngerti IPS, dan bimbel juga ngambilnya IPA, bukan IPC yang ada pelajaran IPA-IPSnya. Gimana caranya aku bisa jawab soal-soal IPS di SNMPTN nanti? Dan kedua, aku goblok banget ngambilnya Farmasi yang sangat rawan buat cewek. Dan berharap aja aku nggak lulus di situ. Masa bodohlah, itu urusan belakangan.
       Akhirnya hari itu datang, pengumuman jalur undangan. Dan paginya aku udah dinyatakan lulus SMA! Akhirnya dengan semangat 45 aku buka webnya dengan sangat yakin. Yang tanpa sadar bahwa keyakinan ku itu udah melebihi yang seharusnya. Mataku rasanya panaaaas banget ngeliatnya. Dadaku nyeseeek. Nggak usah tanyak lagi karena faktanya, aku nggak diterima di kedua universitas pilihanku. Aku langsung sok tegar di sebelah mama yang juga ikut ngeliat aku buka webnya. Disitu, mama langsung ngasih petuah, "mama selalu berdo'a yang terbaik buat adek. Mungkin memang ini bukan yang terbaik buat adek", hikss...huaaa..mamaaaaa...aku mau nangis dengernyaa. Dan yang paling aku sebel sama kakak perempuanku yang langsung teriak-teriak kegirangan karena aku nggak lulus. Dan abangku langsung ngejek, "itulah. Makanya jangan sok yakin. Jangan banyak berharap kali kau. Udah gini, hem, sedih kan, nangis", sambil ketawak kayak siluman. Aaaaa....dari situ, aku langsung sok senyum dan bilang kalo aku nggak papa. Aku sok nabahin diriku sendiri, padahal mah aku memag udah pengin nangis. Terus, aku langsung masuk kamar dan nangis deh tuh sejadi-jadinya :'((
       2 sahabat baikku lulus jalur undangan, "selamat yaaa nor-yooonk ronaldo dan Tiyoooonk" . Tinggallah aku dan sahabatku yang satu lagi sama-sama senasib. Gimana enggak? Kami sama-sama masuk jalur undangan, tapi sama-sama nggak lulus...hahaha :'D. Disitu, kami berdua sama-sama nabahin diri untuk berjuang di SNMPTN tulis yang udah di depan mata. Setelah pengumuman itu, aku mulai belajar serius. Nggak ada kata main-main lagi dalam kamus aku. Aku sadar bahwa aku itu harus ngejer impian aku yang sebenarnya. Impianku yang bukan di kedokteran hewan, melainkan hub. internasional. Dari situ, aku mati-matian ngejer ketinggalanku di pelajaran IPS. Aku pinjem buku sahabatku yang satu bimbel dan seenaknya masuk-masuk ke kelas anak IPS hanya untuk belajar dunia IPS secara 'gratisan'. Aku sadar apa yang abangku bilang bener. Aku nggak boleh terlalu banyak berharap dan yakin akan sesuatu. Karena jika hal itu nggak jadi kenyataan, akan terasa sangat menyakitkan.
       Aku juga sibuk nyari jalur lain yang bisa membuatku pokoknya masuk ke PTN, itulah misiku saat itu. Aku akan nyoba semuanya. Baik itu polmed, jalur UMB, STAN, tapi satu hal - aku nggak mau ngambil yang jalur mandiri! Aku nggak boleh terlalu yakin dan bergantung pada SNMPTN tulis. Aku udah nggak peduli jurusan mana yang akan aku jalani nanti asalkan aku masuk ke PTN, membuat orang tua ku bangga sama anak gadisnya yang bisa mendapatkan satu kursi PTN. Dan aku dipertemukan sama Politeknik Negeri Medan (Polmed) yang buka pendaftaran untuk D3. Padahal waktu itu, aku daftar di dua hari terakhir pendaftaran tutup dan cap-cip-cup, aku pilih teknik sipil dan teknik komputer. Dan aku bayar pendaftaran malahan saat hari terakhirnya...hahaha..dasar anak gila. Barengan ma sahabat senasibku dan teman cowok sekolahku seperjuangan di bimbel, kami daftar ke polmed. Satu masalah besar, kami hanya punya waktu belajar 3 hari. Ku ulangi, 3 HARI!!! Astaga! Mau belajar apa dalam waktu segitu?!
       Ternyata temenku cowok ngasi soal politeknik jakarta yang berhasil diunduhnya di internet. Alhasil, sehari sebelum hari ujian, kami belajar bareng jawab soal-soalnya. Malamnya, aku bener-bener iseng ngerjain fisika semampuku. Besoknya pertempuran di polmed, aku berdo'a semoga soalnya nggak susah. Apalagi soal fisikanya tuh yaah...beeuuhh...aku bener-bener lemah di pelajaran satu itu. Aku buka soal dan langsung terkejut. Ini soalnya??! Demi apa! ahahahaa...mau tahu? Ternyata apa yang aku kerjain semalam sama semua dengan yang ada dihadapanku. Dengan enteng, aku ngerjain semua soal yang memang kebetulan hafal di dalam otakku jawabannya. Ntah apa artinya ini. Kayaknya aku memang jodoh ma Polmed.
       Then, SNMPTN tulis pun bener-bener udah di depan mata. Saat hari pengumuman ujian polmed, aku inget saat itu abangku masuk kamar dan maksain aku bangun. Dia nunjukin daftar nama yang lulus polmed ke aku yang nyawanya belum ngumpul jadi satu. Dengan ogah-ogahan, aku nyari nama aku. Aku nemui nama temen cowok yang ngasi aku soal itu. Aku langsung panik. Kok namaku nggak ada yah??? Biar gimanapun, aku masih ngarepin masuk polmed ini, yang tak lain dan tak bukan adalah karena basisnya negeri..wkwkwkw dasar otak negeri. Terakhir aku mikir, mungkin ini efek karena aku belum sholat subuh. Aku pun shalat dan berdoa semoga namaku lulus. Selanjutnya, aku mindahin datanya ke laptop dan dengan hati-hati aku nyari namaku. satu per satu dan namaku ternyata ada di urutaaaan....17 di Teknik Sipil, *ketemu nomor ganjil lagi -_-"*. Disitu aku kayak orang gilak, teriak-teriak kegirangan. Keluargaku langsung nyalamin aku. Dan sahabat senasibku juga lulus di Akuntansi, "Selamat yaaa Tia bebong sayaaaang"       Aku nyari-nyari info lagi kapan daftar ulang. Dan aku kaget, shock :O. Pendaftarannya itu sehari setelah ujian SNMPTN tulis. Dan artinya aku dihadapkan pada dua pilihan: daftar ulang atau tidak daftar ulang jika merasa udah yakin banget bakal lulus SNMPTN. Aku konsultasi sama orang tua mana baiknya. Dan jawaban ayah dan mama bener-bener bijak, "yaudah dek, daftar ulang aja. Urusan lulus nggak lulusnya di jalur SNMPTN urusan belakangan. Yang penting nyari aman aja dulu. Nanti tinggal pilih mau yang mana". Akupun daftar ulang, ngukur almamater, tes kesehatan, dan bayar ampe hampir 5 juta. Karena ini bener-bener antara hidup dan mati, man. Aku nggak mau sok yakin di ujian tulis ini mengingat sainganku itu sampe beratus ribu dan se-Indonesia pula. Terlebih, aku belajar dari pengalaman *lirik jalur undangan -_-"*. Dari situ, aku udah nggak peduli lagi sama pengumuman jalur SNMPTN tulis lagi. Masa bodohlah pokoke. Aku bilang ke mama, kalau aku lulusnya Hub. Internasional, aku ambil itu dan ninggalin polmed, tapi kalo aku lulusnya Farmasi atau Agribisnis, aku nggak akan ngambil dan tetep di Teknik Sipil Polmed.
       Tanpa sadar,beneran aku nggak nyadar, hari pengumuman tiba. Aku lebih milih agak maleman sebenarnya bukanya. Tapi abangku yang bawel maksain aku buka habis shalat maghrib. Alasannya cuman satu: dia pengen ngeliat kemampuan aku apakah bisa ngalahin dia yang dulu juga lulus snmptn. Aku mengiyakan dengan catatan dia yang buka webnya dan ngeliat pengumaman sendiri. Okke, aku tahu ini memang lebaii. Tapi aku bener-bener trauma sama jalur undangan. Takutnya karena tanganku yang buka jadi bawa sial lagi. Aku ngelirik takut-takut ke layar laptop ngeliat hasilnya. Karena hati kecil aku pengin banget yang tertulis adalah kata 'selamat', bukan 'maaf,'. Hasilnya tertulis: KHAIRIAH FAJRIN - HUB. INTERNASIONAL - UIN SYARIEF HIDAYATULLAH JAKARTA. Aku langsung teriak-teriak kegirangan dan lompat-lompat di ruang tamu "yeee!!! aku lulus!!" dan ternyata aku lulus di jurusan yang memang udah lama aku cita-citakan - Hub. Internasional. Aku langsung nyalamin ayah. Akhirnya aku bisa memberikan satu pembuktian dan membuat orang tua senang karena aku diterima di PTN.
       Waktu itu mama lagi di kampung. Terus aku bingung. Aku udah tekad pengin daftar ulang di UIN Jakarta. Yang artinya secepatnya aku akan jadi anak rantauan, jauh dari keluarga, terutama orang tua. Dan aku masih belum tahu apakah mama bisa melepasku atau enggak. Aku minta pendapat ayah. Dan alhamdulillah, ayah mendukung ku 100% untuk kuliah ke Jakarta. Lalu, akupun menelepon mama untuk mengabarkan bahwa aku keterima di Jakarta. Aku nggak tahu gimana ekspresi mama saat itu. Apakah mama setuju sama keputusan aku atau enggak. Yang aku tahu, aku pengin banget kuliah ke jakarta dan aku sangat bersyukur dan berterimakasih sama ayah yang udah mau me-support aku 100%. Karena tanpa dukungan dari ayah atau mama, aku nggak mungkin bisa kuliah ke Jakarta :')
       Ayahpun langsung memesan tiket ke Jakarta besoknya untuk keberangkatan kamis. Dan mama baru pulang ke Medan hari Selasa. Aku nyoba nanya ke mama lagi apakah mama merestui aku buat lanjut ke Jakarta. Dan aku seneng, Alhamdulillah mama juga mendukung. *makasii mama ku sayaaang :* *. Kamis datang dan untuk pertama kalinya aku berangkat ke Jakarta........
       *fleeeeeeeewwww..........*. Dan akhirnya aku nyampe Jakarta, langsung ke kampus UIN Jakarta dan daftar ulang. Terakhir, aku hanya tinggal nunggu sampai habis lebaran untuk memulai ospek dan perkuliahan. Dan memulai kehidupan baru sebagai MAHASISWI. :')))
       Bagi bloggers mungkin kisah ku ini biasa aja, nggak menarik, dan bahkan membosankan. Tapi bagiku ini adalah perjalanan yang cukup panjang dalam prosesku bisa masuk ke universitas. Dimana awalnya aku dinyatakan masuk jalur undangan - terus nggak masuk - terus masuk lagi ke jalur undangan -  sampai pada akhirnya aku nggak lulus jalur undangan. Tapi percaya atau tidak, ternyata dibalik ketidak lulusan ku di jalur undangan ada hikmahnya. Toh, aku bisa lulus di kampus yang dua-duanya berbasis negeri. Dan aku hanya tinggal memilih. Dan dibalik ini semua, aku bersyukur alhamdulillah sama Allah SWT yang udah nguji aku. Mungkin aku diuji di sini, apakah dengan aku nggak lulus SNMPTN undangan aku tetep mau berdoa pada Allah SWT dan berjuang keras. Dan aku sangat berterimakasih sama ayah yang udah support dan aku yakin juga pasti do'ain aku dan sampai rela-relain terlambat ngantor dan cuti kerja hanya untuk nganterin dan nemenin aku daftar ulang baik itu di polmed maupun di UIN Jakarta dan makasii ya mama sayaaang yang juga nyupport dan pasti do'ain aku terus mau ngabulin permintaan aku buat ikut ke Jakarta saat aku sah menjadi mahasiswi FISIP-Hub. Internasional UIN Jakarta...hehehe... "Adek sayaaaang sama mama dan ayah :**" *perhatian! ini bukanlah bentuk ke-PDan tingkat tinggi aku*. Dan terakhir, makasi buat sahabat-sahabatku dan temen-temen yang udah nyabarin aku saat nggak lulus undangan, terus memberi dukungan dalam ujian tulis, dan yang udah bersama berjuang untuk menaklukkan yang namanya SNMPTN tertulis.
       Beginilah kisahku. Diakhiri dengan buah yang manis :)
By: Fajriin.K.