haaah..sudah hampir sebulan saya menjalankan semester 3 :) opus, doakan aku bisa mengatur segalanya dan lancar di semester 3 ini yah :D
fajrin, hwaiting!!!!
Welcome text
Selasa, 17 September 2013
Kamis, 05 September 2013
Semester Dua
Gak kerasa empat bulan berlalu dan saya akhirnya menyelesaikan semester dua. Semester ini adalah semester yang cukup melelahkan bagi saya. Pikiran saya yang seharusnya fokus untuk belajar dan ikut kegiatan kampus benar-benar jadi bercabang-cabang. Minat saya belajar jadi berkurang, masalah kegiatan kampus saya vakum, dan masalah cowo. Asli sepanjang sem.2 saya selalu 'kupu-kupu': kuliah-pulang.
Yang mengisi hari-hari saya selama kuliah adalah hanya tentang kisah menjalin hubungan dengan seorang cowo seangkatan saya di kampus. Hari-hari saya hanya berisi masa pdkt-an, lalu berantem, sampai akhirnya jadian dengan orang yang sama. Engga, saya ngga bakal membeberkan proses saya jadian dan menjalani hubungan saya dengan cowo tersebut di sosial media seperti ini. Lagipula hubungan kami sudah berakhir .--."v. Ternyata hubungan kami tidak berhasil.
Lalu selama semester dua saya berpikir, ada apa dengan saya? Kenapa saya jadi seperti ini? Yang paling saya pikirkan adalah masalah belajar saya yang tiap semester rasanya semakin menurun. Dan saya merasa menjadi jauh dari target-target saya di awal semster.
Akhirnya saya menemukan jawaban bahwa saya harus bisa mengatur diri saya dalam mebagi-bagi waktu dalam banyak hal. Saya kemudian mencoba untuk bisa membuat diri saya mulai bisa mengatur belajr untuk mendapatkan nilai yang baik. Sebagai contoh adalah matkul sispolindo. Saya harus bertanya! Itu pemikiran saya pada waktu itu karena jika saya bertanya saya berkesempatan untuk mendapatkan nilai A. Dan alhamdulillah, I got it :)
Yah, meskipun agak kecewa karena IPK saya turun 0,1, saya masih sangat bersyukur kepada Allah karena setelah semuanya, IPK saya masih dikategorikan cumlaude :)
Lalu selama semester dua saya berpikir, ada apa dengan saya? Kenapa saya jadi seperti ini? Yang paling saya pikirkan adalah masalah belajar saya yang tiap semester rasanya semakin menurun. Dan saya merasa menjadi jauh dari target-target saya di awal semster.
Akhirnya saya menemukan jawaban bahwa saya harus bisa mengatur diri saya dalam mebagi-bagi waktu dalam banyak hal. Saya kemudian mencoba untuk bisa membuat diri saya mulai bisa mengatur belajr untuk mendapatkan nilai yang baik. Sebagai contoh adalah matkul sispolindo. Saya harus bertanya! Itu pemikiran saya pada waktu itu karena jika saya bertanya saya berkesempatan untuk mendapatkan nilai A. Dan alhamdulillah, I got it :)
Yah, meskipun agak kecewa karena IPK saya turun 0,1, saya masih sangat bersyukur kepada Allah karena setelah semuanya, IPK saya masih dikategorikan cumlaude :)
Sabtu, 27 Juli 2013
Exist
Ada yang bilang, semua orang membutuhkan penghargaan. Seperti seorang anak yang membutuhkan penghargaan dari orang tuanya apabila ia melakukan sesuatu yang baik. Apapabila ia melakukan sesuatu yang buruk, maka ia mendapat sanksi atas perbuatannya tersebut. Yap, hukum alamnya seharusnya seperti itu. Tapi, apa hal itu berlaku untuk anak yang di bawah umur saja? Apa seorang anak yang sedang beranjak dewasa juga tidak emmerlukan penghargaan tersebut?
Dalam hidup selama 19 tahun umurku, aku belum pernah sedikitpun merasakan penghargaan itu. Merasa dihargai oleh orang-orang sekitarku. Dari keluarga, teman-teman, bahkan orang yang ku sebut kekasih sekalipun. Tidak ada satupun yang menghargai segala hal-hal baik yang aku lakukan. Mereka hanya selalu melihat sisi buruk kelakuanku, lalu menjudge begitu saja.
Aku tidak pernah meminta orang-orang yang mengenalku untuk menghitung seberapa banyak aku telah berbuat baik dan berguna atau yang dapat menyenangkan mereka. Yang aku butuhkan hanyalah penghargaan itu. Aku hanya butuh untuk dihargai. Hanya sesederhana itu. Karena akupun akan selalu berusaha untuk mengingat dan menghargai apa yang telah orang-orang lakukan padaku.
Kadang aku bertanya sendiri, sebenarnya aku ini eksis ngga sih di dunia ini? Ya, aku memang ada, tapi apapun yang baik yang aku lakukan sepertinya tidak pernah seorangpun yang menganggapnya sama sekali. Kadang aku berharap, lebih baik aku tidak ada sama sekali di dunia ini. Itu lebih baik dibandingkan jika kau ada, tapi tak ada orang yang sama sekali menganggapmu. Apakah aku telah melanggar aturan Allah?
Sepanjang hidupku eksis di dunia ini, mereka - orang-orang yang mengenalku hanya menganggapku sebagai sebuah status saja, bukan karena apa yang baik yang telah ku lakukan. :')
Minggu, 14 Juli 2013
"Never care what people say about me"
Yap. Ini adalah salah satu prinsip yang saya pegang sejak dulu. Mungkin banyak pandangan sinis mengenai ini. Salah satunya berasumsi bahwa saya pasti orang yang sangat perfectionist. Kenapa begitu? Karena mereka pasti mengira bahwa saya adalah orang yang ngga mau menerima kritikan orang - baik itu negatif maupun positif-, orang yang merasa paling benar dan bla bla bla.
Heloooooow!!!
Heloooooow!!!
Maaf-maaf saja yah. Saya tidak pernah merasa seperti itu. Prinsip yang saya pegang di sini adalah, siapa saja sangat bebas mengkritik, menjudge, mengatai saya sesuka hati mereka. Silahkan anda sekalian mengeluarkan isi pikiran kalian mengenai diri saya. Apapun yang kalian katakan mengenai saya, sama sekali tidak akan pernah saya masukkan ke dalam hati. Well, walau terkadang ada beberapa kata sinis yang bikin saya sakit hati, it's okay. Itu hanya sementara kok saya simpan.
Selebihnya akan saya buang jauh-jauh dari pikiran dan hati saya.
Saya tidak pernah perduli apa yang dikatakan orang mengenai saya, apalagi kalau itu sama sekali tidak benar. Karena bagi saya, yang berhak menjudge saya yah hanya Allah, Tuhan saya. Karena itu, saya tidak pernah mendengarkan mulut-mulut pedas nan sinis mereka mengenai saya.
Saya tidak pernah perduli apa yang dikatakan orang mengenai saya, apalagi kalau itu sama sekali tidak benar. Karena bagi saya, yang berhak menjudge saya yah hanya Allah, Tuhan saya. Karena itu, saya tidak pernah mendengarkan mulut-mulut pedas nan sinis mereka mengenai saya.
Bila ada yang mengatakan saya egois, dengan senang hati saya akan membalas: "Yap! Memang saya egois!"
Bila ada yang mengatakan saya jahat, "Yap! Memang saya jahat!"
Terus masalahnya kenapa?
Inilah saya yang telah diciptakan Allah begini. Sama sekali tidak suka dengan saya? Tidak bisa menerima keadaan saya? Silahkan saja. Saya tidak masalah. Yang saya takut hanya jika Allah yang membenci saya.
Saya tidak terlalu membutuhkan apalagi bergantung pada banyak manusia, apalagi manusia sejenis manusia kardus yang munafik, cih! Menjauh dari saya.
Jumat, 15 Maret 2013
A Lil Peace of Penang
Hello blogers!!!
Cuman pengin sedikit cerita aja soal sebuah pulau yang aku kunjungi saat liburan. Pulaunya udah ga asing lagi kok di telinga kita. Pulau itu adalah Pulau Pinang/ Penang.
Pertama kali menginjakkan kaki ke Penang, asli, saya kagum to the Max!!! Kotanya itu bener-bener bersih dan tertata rapi. Saya rasa juga tidak ada area pemukiman kumuh di sini karena yang bisa saya lihat adalah skyskripers yang menjulang tinggi di sana-sini. Begitu pula saat taksi yang akan membawa kami ke tempat penginapan berhenti di traffick jam, sama sekali ga ada macet yang panjang banget kayak di kota Jakarta. Mungkin ini adalah salah satu kelebihan dari banyak kelebihan lainnya di Penang jika dibandingkan dengan kota Jakarta saja. Padahal Penang itu hanya sebuah Pulau. Ibaratnya itu Pulau Belitung kali yah? Tapi benar-benar jauh berbeda dengan Jakarta yang merupakan sebuah ibukota. Maaf, saya bukan memojokkan Indonesia, tapi saya hanya bicara mengenai fakta.
Saya ke Penang bersama dengan ayah dan mama dan menginap di sebuah komplek dekat rumah sakit Mount Miriam Cancer Hospital. Sebuah rumah sakit khusus penyakit kanker. Dan memang itulah tujuan kami berada di sini, untuk menjalani pengobatan penyakit mama. Kami tinggal di sebuah penginapan yang ditempati oleh 5 keluarga lainnya yang juga memiliki tujuan yang sama seperti kami.
Tapi sekarang, saya tidak akan membahas tentang penyakit mama. Because it's private! the only one that I'd like to tell you is about a lil peace of Penang Island.
Saya mengunjungi beberapa tempat indah di Penang bersama dengan ayah. Tempat terkecil yang kami kunjungi dahulu adalah 'pasar'. Yap. Dan itu adalah momen paling lucu (bagi saya) dimana saya melihat ayah berbelana ke pasar, apalagi bersama saya. Kenapa ayah ikut? Karena saya tidak tahu tempatnya dan untuk ke pasar membutuhkan waktu +/-15 menit dengan berjalan kaki dan harus melalui sebuah latih otot jantung alami, yakni: digonggongin anjing dari setiap rumah yang kami lewati karena kami memang tinggal di kawasan Cina dan India yang memelihara anjing di rumah mereka.
Namanya Pasar Cina. Dinamakan begitu karena yang jualan mayoritas orang cina. Dan memang betul, saya sudah membutikannya. Saya merasa senang pada pasar cina. Karena kawasan pasarnya sangat berbeda dengan pasar yang selama ini saya kunjungi, lagi-lagi di Indonesia. Pasarnya tertata rapi dan bersih. Ga ada lumpur, maupun lapak-lapak berlebihan yang tersebar. Maksud saya, orang-orang yang berjualannya itu ga terlalu padat dan menyesakkan. Ditambah dengan sayur-sayuran yang dijualpun cukup segar dan besar-besar sangat.
Pulang dari pasar, biasanya kami mampir dulu ke sebuah resto India yang menghidangkan berbagai macam masakan India. Nama restonya adalah "Nasi Kandar". Pertama kali datang ke situ, kami memesan roti gulung dengan kuah kari dengan bau yang menggoda, haha, dan teh tarik panas. Macam di Upin-Ipin itu loh xoxo. Astaga! Rasanya saya sangat ingin makan roti gulung campur kuah kari. Adakah resto yang menjual menu itu di sekitar Jakarta-Tangsel? Don't know la...
And the next place adalah Marina Beach? or Gurney Park? I forgot that place. Waktu itu airnya lagi surut, jadi bener-benar ga ada hal menarik sih di sana. Menariknya cuman karena ada jalan raya di pinggir laut doang. Dalam artian sepanjang perjalanan kita bisa melihat keindahan laut tanpa harus turun. Karena memang Penang sendiri itu mencakup gunung dan laut. Kalo mau ngerasai gunung yah lo ke gunung, tapi kalo ngerasai laut yah ke laut. Nah, menariknya apaan? Karena gunung dan laut itu saling berdekatan.
Kebetulan rumah sakit dan penginapan kita itu di dekat gunung. Malah Mount Miriamnya sendiri ada di kaki gunung. Karena itu kali yah ada 'mount-mount'nya. Jadi bagi pasien yang dirawat atau nyewa di sekitar situ juga enak karena setiap hari bisa ngerasain udara gunung yang sejuk dan no polution, of course. Nah, kalau mau ke laut, dengan waktu 15 menitan juga kita udah bisa langsung mencapai laut karena Penang sendirikan di kelilingin laut dengan gunung di tengah-tengahnya. Kalau di Gurney Park sendiri itu menyediakan berbagai stand-stand makanan campuran. Ada India, Melayu, dan mayoritas Cina. Makanya saya malas masuk ke sana. Hahaha..you know what I mean deh.
Ada juga kami mengunjungi Floating Mosque atau B. Indonya yah mesjid terapung. Mesjidnya sangat indah dan megah. Kenapa namanya terapung? Karena bila air pasang, maka mesjid benar-benar seperti terapung di atas laut. Saya dan ayah kembali berfoto-foto ria dong di mesjid secara bergantian. Ada-ada saja memang gaya kami ini. xoxo.
Selanjutnya ada Butterworth. Sebuah jembatan besar dengan panjang 14 km yang dibuat kerajaan Malaysia bekerja sama dengan negara Korea Selatan dalam pembangunannya untuk menghubungkan Penang dengan Malaysia sendiri. Kita berhenti di area khusus dan lagi-lagi berfoto ria. Di seberang, kami mengunjungi sebuah Bird Park, tapi ga masuk. haha...deuh. Terakhir cuma beli gantungan kunci doang.
Dari Butterworth, kita singgah ke sebuah toko yang menjual kopi dan cokelat. Dan asli, memang dari dulu sampai sekarang itu cokelat buatan Malaysia benar-benar enak. Dan untuk pertama sekali sodara-sodara...saya mencicipi cokelat putih yang ngga kalah enak dan manisnya dengan cokelat biasa. Saya saja sampai nambah lagi...ssst..hihi
Terus-terus kita berhenti di sekitaran Tugu Queen Victoria. Dan di situ bertebaran lah para bule yang berjalan kaki juga naik sepeda. Ngga peduli, saya sama ayah tetap foto-foto dong di depan banyak orang :B. Lalu tempat berhenti kami terakhir pada hari yang sama saat kami ke Butterworth adalah kami makan di sebuah rumah makan khas Melayu yang masakannya ngga jauh beda dari masakan Indonesia. Tapi...di sinilah kelebihan Indonesia. Soal cita rasa makanan, menurut saya Indonesia pemenangnya. Karena saya sama sekali tidak menyukai masakan yang ada di Penang, walaupun itu masakan Melayu. Rasanya ada yang kuraaang gitu.
Hari-hari terakhir saya di Penang, kali ini saya bersama dengan anggota tambahan setelah sebelumnya hanya berjalan berdua dengan ayah. Dia adalah kakak saya satu-satunya yang sooook lucu tapi baik. Kita pergi menyeberang ke Malaysia lagi bareng sodara-sodara saya yang jauh-jauh datang dari Kedah, Malaysia ke Penang. Tapi kali ini kami engga lewat Butterworth, melainkan dari lautnya langsung dengan menggunakan kapal ferry.
Eh, eh, tapi sebelum itu, kita ke Komtar dulu. Pusatnya kota Penang. Dari Komtar, baru deh kita ke Jetty untuk naik kapal. Nah, dari Komtar ke Jetty itulah kita naik bis yang free fee melewati beberapa tempat yang sangat ingin saya kunjungi. aaah...nyesel banget ga turun. Bisnya melewati George Town, Little India (ini tempat yang paling ingin saya kunjungi), Mesjid Aceh, dan ntah mesjid apa gitu satu lagi. Tapi yasudahlah, kalau ada rezeki, lain kali akan saya kunjungi itu tempat.
And the last, kita ke Batu Feringgih yang jalannya itu benar-benar udah kaya jalan mau ke Danau Toba, berkelok-kelok tajam dengan menggunakan bis. Kalau duduk mah, kita slow-slow aja mau setajam apapun belokannya. Masalahnya adalah kita pada berdiri dan saya mesti kuat-kuat berpegangan kalau engga mau terhempas ke sana ke mari dan menabrak para bule. Hehehe...kebetulan memang bulenya banyak banget. Itulah yang saya alami ketika pulang dari Batu Feringgih.
Ohya Batu Feringgih itu adalah sebuah pantai yang terdapat batu-batu cukup besar dan unik di tengah laut yang bernama batu Feringgih. Kita masuk ke pantai dan waw sekali pemandangannya. Di penuhi oleh para bule yang shirtless dan bikini. oh waw!
Nah, itulah beberapa tempat yang ada di Penang. Dari berbagai tempat yang telah saya kunjungi, begitu pula dengan jalannya. Sangat banyak yang membuat saya begitu iri. Mengapa Indonesia yang memiliki banyak pulau tidak bisa satuuuuu aja pulau milik Indonesia bisa mengikuti kemajuan Penang. Ini Penang loh! Kotanya sangat bersih, karena orang-orangnya juga mencintai kebersihan! Kotanya aman, tertib, dan disiplin. Karena memang rakyat dan kerajaan bisa saling bekerja sama untuk menegakkannya. Kemacetan jarang terjadi. Naik bus saya sangat merasa aman. Dan hal yang paling besar yang paling membuat saya iri adalah semua orang di sini bisa berbahasa Inggris! Ngga perduli yang tua, muda pria, wanita, anak-anak, semua bisa berbahasa Inggris. Dari tukang sayur, supir bus, penjaga toko, sampai mungkin yang kerjanya memerlukan bahasa Inggris juga bisa bahasa Inggris! Dan mereka tidak malu untuk berbicara bahasa Inggris.
Saya mulai berfikir, kenapa kita tidak bisa sedikit saja meniru mereka? Minimal dari bahasanya sajalah. Oke, banyak yang bilang kita harus menjunjung tinggi dan memelihara bahasa Indonesia. Tapi mau sampai kapan? Mau sampai kapan kita tidak bisa berbahasa internasional. Bahkan kita sendiripun mungkin sangat ingin mahir berbahasa Inggris. Dan yang bisa berbahasa Inggrispun pasti sangat ingin mengobrol di lingkungannya dengan berbahasa Inggris. Tapi lagi-lagi, semua itu terhalang. Kenapa? Karena sedikit saja kita bicara English, pasti sudah dipatahkan semangat dengan cemoohan: "alah, sok pake bahasa Inggris lo!". Pertanyaan saya, "loh? Why not?". English itu adalah salah satu investasi kita untuk bisa melihat dunia! Ngga harus ke Inggris atau Amerika dulu.
From now, comm'on guys! Don't be afraid to speak English but still keep our nation Language too in the same time! And please, Don't bring 'em down lah whoever they wanna speak English! The thing that we must do is just support 'em! And we can be like 'em who can speak English too. Ok? ;)
Nah, itulah beberapa tempat yang ada di Penang. Dari berbagai tempat yang telah saya kunjungi, begitu pula dengan jalannya. Sangat banyak yang membuat saya begitu iri. Mengapa Indonesia yang memiliki banyak pulau tidak bisa satuuuuu aja pulau milik Indonesia bisa mengikuti kemajuan Penang. Ini Penang loh! Kotanya sangat bersih, karena orang-orangnya juga mencintai kebersihan! Kotanya aman, tertib, dan disiplin. Karena memang rakyat dan kerajaan bisa saling bekerja sama untuk menegakkannya. Kemacetan jarang terjadi. Naik bus saya sangat merasa aman. Dan hal yang paling besar yang paling membuat saya iri adalah semua orang di sini bisa berbahasa Inggris! Ngga perduli yang tua, muda pria, wanita, anak-anak, semua bisa berbahasa Inggris. Dari tukang sayur, supir bus, penjaga toko, sampai mungkin yang kerjanya memerlukan bahasa Inggris juga bisa bahasa Inggris! Dan mereka tidak malu untuk berbicara bahasa Inggris.
Saya mulai berfikir, kenapa kita tidak bisa sedikit saja meniru mereka? Minimal dari bahasanya sajalah. Oke, banyak yang bilang kita harus menjunjung tinggi dan memelihara bahasa Indonesia. Tapi mau sampai kapan? Mau sampai kapan kita tidak bisa berbahasa internasional. Bahkan kita sendiripun mungkin sangat ingin mahir berbahasa Inggris. Dan yang bisa berbahasa Inggrispun pasti sangat ingin mengobrol di lingkungannya dengan berbahasa Inggris. Tapi lagi-lagi, semua itu terhalang. Kenapa? Karena sedikit saja kita bicara English, pasti sudah dipatahkan semangat dengan cemoohan: "alah, sok pake bahasa Inggris lo!". Pertanyaan saya, "loh? Why not?". English itu adalah salah satu investasi kita untuk bisa melihat dunia! Ngga harus ke Inggris atau Amerika dulu.
From now, comm'on guys! Don't be afraid to speak English but still keep our nation Language too in the same time! And please, Don't bring 'em down lah whoever they wanna speak English! The thing that we must do is just support 'em! And we can be like 'em who can speak English too. Ok? ;)
Dream?
Mimpi?
Kalo soal mimpi ngga tau deh yah. Aku cuma ngga mau terlalu banyak
bermimpi. Karena bagiku, mau sebanyak apapun bermimpi tapi kalau ngga ada usaha
dalam mewujudkannya yah sama aja. Namanya tetap akan menjadi mimpi, mimpi semu
namanya. Kenapa aku ngga mau terlalu banyak bermimpi? Karena aku tahu batas
kemampuanku. Yeah, walaupun jujur, salah satu hobi aku itu berkhayal membuat
sebuah jalan cerita hidup seseorang. Ntah itu seorang lelaki, ataupun
perempuan. Kadang juga berkhayal tentang diriku sendiri. Berkhayal itu sudah
termasuk dalam bermimpikan? Tapi…berkhayal itu asik loh. Kau bisa membayangkan
segala hal tanpa batas, dan sesukamu tentunya. Tapi, jika kau kembali ke dunia
nyata, siap-siap saja merasakan sakitnya. Karena kembali ke awal, semua itu
hanya khayalan, abstrak, mimpi, semu, dan ghoib.
Tapi enggak buat aku. Aku senang-senang aja kalau berkhayal. Karena aku
sendiri udah ahli kali yah mengatasi ketika aku sudah kembali ke dunia nyata
agar aku tidak merasakan sakit itu. Tapi bagiku, berkhayal dan bermimpi itu
ngga sama. Walau kalau dipikir pakai akal pasti ada hubungannya. Ntah itu
sepupuan, keponakan, cucu, cicit, blah blah blah, whatever. Karena bagiku,
mimpi itu adalah sebuah project besar yang akan kita tuju dan capai di masa
yang akan datang. Nah, ntah itu akan terwujud atau tidak, itu kembali pada diri
masing-masing. Karena itu aku ngga pernah mau bermimpi besar. Cukup
kecil-kecilan aja. Contohnya, dulu aku bermimpi bisa ke Jakarta hanya agar aku
bisa satu langkah lebih maju untuk bisa menonton konser penyanyi favoriteku.
Tapi aku ngga pernah bermimpi bagaimana cara agar aku bisa ke sini. Yang jelas
mimpiku adalah, cepat atau lambat, aku harus ke Jakarta. Sampai suatu saat ada
satu jalan yang terbuka lebar untukku. Aku bisa ke Jakarta melalui kuliah. Yah,
aku berusaha agar aku bisa lolos kuliah di Jakarta dengan do’a juga tentunya.
Akhirnya, di sinilah aku sekarang. Di ibukota (pinggiran, red). Satu langkah di
depan, bro!
Tapi udah ke sini, aku makin sadar. Bahwa mimpi aku sebenarnya yah bukan
buat ketemu artis favoriteku. Melainkan untuk mencari tujuan hidup yang
sebenarnya. Masalah bisa menonton konsernya bagiku hanyalah sebuah bonus. Kalau
bisa nonton syukur, kalau engga yaudah. Gitu aja.
Sekarang ini yah mentingin hidup ke depannya gimana. Orang tua ngasih
kepercayaan ke Jakarta biar bisa belajar yang benar, terus jadi orang deh. Itu
baru yang namanya mimpi. Dan ini adalah mimpi terbesar aku yang aku bener-bener
ngga mandang kemampuanku sendiri, melainkan hanya terpatok pada kepercayaan
pasti bisa dengan disertai do’a.
Intinya, mimpi itu ngga perlu banyak-banyak. Tapi cukup satu, mencakup
semua!
Mimpi itu ngga perlu banyak-banyak karena lo juga belum tentu bisa
mencapainya
Dan mimpi itu jangan terlalu besar dan tinggi. Kalau ngga kesampaian,
bisa gilak kali yah. Contohnya: Lo mimpi nikah sama David Beckham. Hah! Sampai
lo uzur bau tanah, atau dunia kebalik dan isinya juga keluar juga lo ga bakal
bisa nikah sama David Beckham! Tanya kenapa? Jawab sendiri!
Thanks…and Much Love xxx
Minggu, 20 Januari 2013
Back To Medan
Sebenarnya ga ada niat buat nulis kisah perjalanan aku pulang ke Medan. Tapi kali ini, ada yang berbeda aja sama perjalananlku dari Jakarta hingga ke Medan. Aku balik ke Medan tanggal 17 Januari 2013. Di tiket tercatat kalo jadwal keberangkatan pesawat ku itu jam 15.00 WIB dengan nomor penerbangan JT 0202 dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Berhubung karena perjalanan dari Ciputat ke Cengkareng itu jauh, aku berangkat dari asrama jam 10.00 WIB bareng teman ku yang orang Medan.
Jadi, aku harus ke terminal Lebak Bulus dahulu untuk bisa mendapatkan Damri yang akan mengantarkan kami ke bandara. Aku memilih untuk naik ojek dari asrama karena koper yang supeeeer gedek yang aku bawa. Sementara temen aku itu, dia di anter sama temennya. Eh, tapi ujungnya aku juga yang sampe deluan ke terminal. Aku harus nunggu temen aku datang. Tapi....ternyata Damrinya datang dan langsung diisi oleh penumpang lain yang akan ke bandara juga. Di situ aku langsung panik. Hell! Gimana ga panik coba? temen aku itu belum datang-datang juga!! Sementara untuk menunggu kedatangan Damri yang selanjutnya itu butuh waktu hampir sejam lebih karena Jakarta macet akibat banjir yang melanda pusat kota Jakarta -.-v
Temen aku lalu datang, tapi masalahnya....damrinya itu udah penuh! Kalau mau yah berdiri!!! Akhirnya aku harus mengikhlasin damri itu dan menunggu damri selanjutnya. Satu jam kemudian, damri belum datang-datang juga. Waktu itu jam udah nunjukin pukul 11.30 WIB! berarti waktu ke bandara tinggal dua setengah jam lagi. Di saat yang bersamaan, ada bapak-bapak nawarin naik taksi dengan biaya Rp. 40.000,- nyampe bandara. Daripada ketinggalan pesawat, akhirnya aku maksain temen aku buat naik taksi aja. Kami berdua naik taksi bareng dengan seorang bapak dan ibu yang ga kami kenal.
Ternyata masalah ngga berhenti sampe di situ aja! Di tengah jalan ke bandara, kita terjebak macet. Pertamanya kita udah masuk tol Slipi *kalogasalah* tapi kita harus putar balik karena satu hal yang sedang maraknya diberitakan di seluruh media massa di Indonesia - Banjir -. Kita putar balik keluar tol dan masuk ke tol lain *lupa*. Belum sampai di tol bandara, kita terjebak macet lagi dan harus melewati banjir yang kira-kira tingginya sampe setengah ban mobil taksi. OMG! imagine it! Jalan ke bandara aja bisa banjir?? apa kata bule' kalo melihat hal ini?! Oke, bukan bermaksud jelekin Indonesia. Tapi hal ini bisa jadi pelajaran buat pemerintah untuk bisa mengatur masalah tatanan kota Jakarta dan banjir yang terjadi hampir setiap tahunnya!
Akhirnya kita sampai juga di bandara sekitar jam 13.30 WIB dan saat itu hujan turun dnegan derasnya.wuuussss....dari taksi masuk ke bandara kita lari biar ga keujanan. Sampai di loket Lion Air, pesawat yang akan kami naikin, aku langsung nukar kode untuk mendapatkan tiket pesawat. Lalu kita berdua langsung masuk ke dalam setelah melewati pemeriksaan dan X-Ray dan langsung Check In terus lanjut ke pembayaran pajak bandara dan kembali melewati pemeriksaan dan X-Ray kedua dan terakhir masuk ke gate B2, gate keberangkatan kami.
Di gate B2, kita nunggu sampe jam 15.00 WIB tanpa melakukan hal yang berarti. Si kawan diem aja. Lah aku? cuman makanin roti yang memang ku bawa dari asrama. Sampe jam 15.00 lebih, belum ada pengumuman keberangkatan JT 202. Aku langsuing stress, panik! What the hell it is! Ga sengaja aku mendengar bahwa pesawat kami mengalami delay sampai jam 16.00 WIB. Akibat delay, kami diberikan roti sebagai pengganjel perut, hehe. Terus kami nunggu lagi sampe jam 16.00 WIB. Dan kembali, ngga ada pemberitahuan dari pihak Lion Air. Aku kembali stress dan panik. Aku pun berdiri dan keliling ruangan, ngelihat kondisi. Di dekat pintu menuju pesawat, aku ngelihat orang-orang pada membentuk barisan dan antrian. Iseng dan penasaran, aku tanya ke petugas yang nggak jauh dari situ. Dan dengan kalemnya tu petugas bilang: "iya mbak. Itu yang keberangkatan Medan". Dalam hati aku langsung, Damn!! Shit!!! Tanpa ada pemberitahuan dari speaker bahwa udah bisa boarding pass, antrian udah terbentuk aja! Untung aku nanya, kalo enggak gimana? Kemungkinan ketinggalan pesawat itu hampir 95%! Akupun bilang makasih ke petugasnya dan memanggil temenku untuk ikutan ngantri. Untung petugasnya cakep. Kalo enggak...hehe./.ngga tau juga siiih.
Kamipun ikutan ngantri. Nah, waktu kita udah dekat boarding pass, tiba-tiba terjadi chaos sedikit antara penumpang dan petugas. Petugas bilang bahwa dalam pesawat itu free seat, artinya bebas memilih tempat duduk. Kami, para penumpang yang tak mengertipun langsung melayangkan protes karena petugas Lion Air seenaknya mengatakan free seat. Hah! Belum tahu petugas ini kalo mereka berhadapan sama orang batak! ha ha! Melewati boarding pass, kita langsung masuk pesawat dan nyari tempat duduk yang kosong. Aku dan temanku duduk terpisah. Aku dapet tempat kosong di seat 6B, di tengah. Di sebelahku kanan ku duduk cewek yang emm..cukup cantiklah. Dia lumayan ramah dan ternyata udah masuk semester akhir dari Solo. Sementara di sebelah kiriku ada ibu-ibu. Mereka berdua berasal dari penerbangan yang berbeda karena akibat cuaca, banyak penerbangan didelay dan beberapa nomor penerbangan digabung.
Ga berapa lama saat menunggu pesawat take off, tiba-tiba ada bapak dan isterinya yang protes pada pihak Lion Air akibat free seat. Ternyata tempat yang aku duduki adalah milik dia dan isterinya. Saat itu, aku langsung ngerasa was-was dan nggak enak sama si bapak. Tapi kasihan juga sama pihak Lion Air. Mungkin juga mereka ngga bakal nyangka bahwa akan terjadi insiden seperti ini. Setelah tampak puas, si bapak akhirnya ngalah. Akupun bernapas cukup lega. Akhirnya pesawat take off sekitar jam tengah lima dan alhamdulillah sampai dengan selamat tepat jam 06.26 sore. Angka yang cukup unik -> 626. ha ha
Well done, sekian cerita saat aku balik dari Jakarta ke Medan Bloggers! Thank youuu for reading!!! :)(:
Ternyata masalah ngga berhenti sampe di situ aja! Di tengah jalan ke bandara, kita terjebak macet. Pertamanya kita udah masuk tol Slipi *kalogasalah* tapi kita harus putar balik karena satu hal yang sedang maraknya diberitakan di seluruh media massa di Indonesia - Banjir -. Kita putar balik keluar tol dan masuk ke tol lain *lupa*. Belum sampai di tol bandara, kita terjebak macet lagi dan harus melewati banjir yang kira-kira tingginya sampe setengah ban mobil taksi. OMG! imagine it! Jalan ke bandara aja bisa banjir?? apa kata bule' kalo melihat hal ini?! Oke, bukan bermaksud jelekin Indonesia. Tapi hal ini bisa jadi pelajaran buat pemerintah untuk bisa mengatur masalah tatanan kota Jakarta dan banjir yang terjadi hampir setiap tahunnya!
Akhirnya kita sampai juga di bandara sekitar jam 13.30 WIB dan saat itu hujan turun dnegan derasnya.wuuussss....dari taksi masuk ke bandara kita lari biar ga keujanan. Sampai di loket Lion Air, pesawat yang akan kami naikin, aku langsung nukar kode untuk mendapatkan tiket pesawat. Lalu kita berdua langsung masuk ke dalam setelah melewati pemeriksaan dan X-Ray dan langsung Check In terus lanjut ke pembayaran pajak bandara dan kembali melewati pemeriksaan dan X-Ray kedua dan terakhir masuk ke gate B2, gate keberangkatan kami.
Di gate B2, kita nunggu sampe jam 15.00 WIB tanpa melakukan hal yang berarti. Si kawan diem aja. Lah aku? cuman makanin roti yang memang ku bawa dari asrama. Sampe jam 15.00 lebih, belum ada pengumuman keberangkatan JT 202. Aku langsuing stress, panik! What the hell it is! Ga sengaja aku mendengar bahwa pesawat kami mengalami delay sampai jam 16.00 WIB. Akibat delay, kami diberikan roti sebagai pengganjel perut, hehe. Terus kami nunggu lagi sampe jam 16.00 WIB. Dan kembali, ngga ada pemberitahuan dari pihak Lion Air. Aku kembali stress dan panik. Aku pun berdiri dan keliling ruangan, ngelihat kondisi. Di dekat pintu menuju pesawat, aku ngelihat orang-orang pada membentuk barisan dan antrian. Iseng dan penasaran, aku tanya ke petugas yang nggak jauh dari situ. Dan dengan kalemnya tu petugas bilang: "iya mbak. Itu yang keberangkatan Medan". Dalam hati aku langsung, Damn!! Shit!!! Tanpa ada pemberitahuan dari speaker bahwa udah bisa boarding pass, antrian udah terbentuk aja! Untung aku nanya, kalo enggak gimana? Kemungkinan ketinggalan pesawat itu hampir 95%! Akupun bilang makasih ke petugasnya dan memanggil temenku untuk ikutan ngantri. Untung petugasnya cakep. Kalo enggak...hehe./.ngga tau juga siiih.
Kamipun ikutan ngantri. Nah, waktu kita udah dekat boarding pass, tiba-tiba terjadi chaos sedikit antara penumpang dan petugas. Petugas bilang bahwa dalam pesawat itu free seat, artinya bebas memilih tempat duduk. Kami, para penumpang yang tak mengertipun langsung melayangkan protes karena petugas Lion Air seenaknya mengatakan free seat. Hah! Belum tahu petugas ini kalo mereka berhadapan sama orang batak! ha ha! Melewati boarding pass, kita langsung masuk pesawat dan nyari tempat duduk yang kosong. Aku dan temanku duduk terpisah. Aku dapet tempat kosong di seat 6B, di tengah. Di sebelahku kanan ku duduk cewek yang emm..cukup cantiklah. Dia lumayan ramah dan ternyata udah masuk semester akhir dari Solo. Sementara di sebelah kiriku ada ibu-ibu. Mereka berdua berasal dari penerbangan yang berbeda karena akibat cuaca, banyak penerbangan didelay dan beberapa nomor penerbangan digabung.
Ga berapa lama saat menunggu pesawat take off, tiba-tiba ada bapak dan isterinya yang protes pada pihak Lion Air akibat free seat. Ternyata tempat yang aku duduki adalah milik dia dan isterinya. Saat itu, aku langsung ngerasa was-was dan nggak enak sama si bapak. Tapi kasihan juga sama pihak Lion Air. Mungkin juga mereka ngga bakal nyangka bahwa akan terjadi insiden seperti ini. Setelah tampak puas, si bapak akhirnya ngalah. Akupun bernapas cukup lega. Akhirnya pesawat take off sekitar jam tengah lima dan alhamdulillah sampai dengan selamat tepat jam 06.26 sore. Angka yang cukup unik -> 626. ha ha
Well done, sekian cerita saat aku balik dari Jakarta ke Medan Bloggers! Thank youuu for reading!!! :)(:
Rabu, 16 Januari 2013
Semester Satu
Benar-benar nggak kerasa banget kalo aku udah ngejalanin kuliah selama satu semester dari mulai OPAK (OSPEK) sampai akhirnya bisa nyelesain UAS dan sekarang liburan selama 1 bulan \(´▽`)/ Kira-kira, darimana aku memulai kisah satu semester ini? Hem, bagaimana jika aku memulainya dari asrama putri tercinta?
"So, di Tangerang Selatan, tepatnya Ciputat, aku nggak tinggal di kost-kost-an, melainkan di sebuah asrama milik kampusku, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Yah, berhubung aku ini newbie di pulau orang dan nggak tahu apa-apa, jadi aku dipercayakan tinggal di asrama yang dipimpin oleh dosen Bahasa Arab, Bunda Naily. Tentang kamar, yah, kamarnya cukup sederhana. Aku tinggal bareng 3 orang teman baruku yang satu jurusan, yakni Hubungan Internasional, karena di sini aku sama sekali sendirian. Mereka bertiga berasal dari Bogor dan Bekasi. Walhasil, setiap akhir pekan aku selalu ditinggal pulang sendiriaan. Ketiganya adalah Via, Ana, dan Rani.'
'Dimulai dari Via. Kesan pertama lihat seorang Via adalah "wah, ni anak kaya'nya jutek amat deh..ckckck". Eits, itu kesan pertama. Tapi setelah aku tinggal bareng dia selama 4 bulan lebih, ternyata pandanganku salah. Via itu orangnya enjoy banget. Bisa diajak have fun juga. Kita juga kadang sering sehati. Terutama dalam hal menonton film. ha ha ha. Ternyata Via itu salah satu Conan Lovers, sama kaya aku. Ditambah lagi aku berhasil menyebarkan virus-virus Kurohitsuji (Black Butler) ke Via. Jadi deh kita makin menjadi-jadi. Di saat kita berempat nonton film non-horor, pasti yang paling terakhir tidur itu yah kita berdua. Terutama waktu nonton film Detective Conan.'
'Selanjutnya ada Ana. Orang yang paling terakhir datang ke kamar 213A. Waktu itu kebetulan Via dan Rani belum datang ke asrama. Jadi, cuma ada aku di kamar saat Ana datang. Ana datang bareng nyokap dan kedua adiknya. Pertama kali aku ngeliat Ana, 'wah, ni cewek kayaknya kemayu dan pendiem gimanaaa gitu. Kayak gadis-gadis keraton Jawa itu looh xD. Dan ternyata dia lagi sakit karena habis kecelakaan. Kenapa aku bilang pendiem? Karena memang kami itu diem-dieman. ha ha ha. Eh ternyata!!! Ana itu orangnya yang paling ramai. Yang aku suka ya kalo Ana ngomel-ngomel baik di asrama maupun kampus. Kebetulan Aku, Ana, dan Via itu satu kelas di kampus. Kenapa aku suka? karena kalo dia lagi ngomel itu lucu bangeet...'
'Dan terakhir ada Rani. Orangnya kalem menurutku. Kesan pertama liat? Kayaknya anak ini tipe kelas orang kaya yang yah gimana yah? Yang kaya di tv2 itu loooh. Dan sekali lagi, pandangan aku itu salah!!! Rani sama sekali nggak termasuk orang kayak gitu. Dia malah ngga gabung dengan anak-anak yang terkesan 'hedon' gitu. Dia kalem, tapi kalo udah urusan mau-pakai-apa-ke-kampus, dia pasti yang paling riweh. haha. Dia kalem, tapi kalo kita udah ngakak, yang paling kuat ketawa nya yah pertama Rani, hehe dan selanjutnya aku. wkwk.'
'Kita berempat memang berbeda-beda. Tapi aku senang dengan perbedaan itu. Karena dengan perbedaan itu, kami masih bisa bersatu dan berteman satu sama lain. Tanpa ada chaos di tengah kebersamaan kami dan yang terpenting, di antara kami sama sekali nggak ada anak yang freak sampai chetar membahana olalaaa xD"
"Lanjut ke keseharian ku di kampus. Yah awalnya gitu-gitu ajalah, kupu-kupu (kuliah-pulang) kampus-asrama. Tapi setelah agak lama, aku masuk ke beberapa organisasi. Dan hal terakhir yang aku lakuin untuk mengisi waktu luangku adalah ngajar les. hahaha. Ehem,...dan masalah love2an, cieee xD, ceritain gak yah? ok, ceritain aja deh.'
'Aku sempat tertarik sama beberapa cowok di FISIP. Dan salah satunya pernah jadi 'cowok' aku. Gitu istilah zaman sekarang? Pacaran gitu deeh..hehe. Namanya Labib. Kita beda kelas dan kita baru satu bulan saling kenal gitu. Dia itu temen cowok pertama yang aku kenal di FISIP lewat twitter waktu lagi sibuk-sibuknya ma ospek. Waktu itu, aku iseng aja nanya siapa cewek yang dia suka xD eh, ngga taunya, besoknya dia bilang suka sama aku. Akukan jadi wow gimana gitu yaah..hahaa. Trus kita jadian deeh. Dan dia itu lucu. Ntah karena grogi atau gimana, dia jadi kayak malu-malu gitu deeh.hahaaha. Tapi hubungan kami ngga bertahan lama karena ada beberapa hal yang memang membuat aku nggak bisa lanjut sama dia. Dan hal2 itu hanya aku dan Allah yang tahu lah. Dia juga ada tahu sih beberapa hal. hehe. Dia itu sebenarnya tipe aku. Dia itu termasuk cowok yang mungkin di zaman sekarang ini udah tergolong langka..hehe. Dia itu baik, alim/soleh, ngga ikutan anak-anak hedon, aktif, dan kata temen-temennya dia pinter - katanyaa sih, tapi aku percaya kok ;), trus kayaknya hampir satu FISIP angkatan aku itu kenal sama dia. Tapi yah kembali kepada beberapa hal itu yang membuat aku ngga bisa bersama sama dia. Maaf yaa bibiiib x(. Tapi kamu tetap mantan pacar terbaik kok buat aku #barupacaran2kaliajapun.'
'Setelah dapet status jomblo lagi *ngenesbet*, aku yah kembali seperti biasa dengan status jomblo. It's ok, just woles and happy kok. Aku mulai fokus sama UAS. Em, ngga fokus-fokus amat siih. Karena ada beberapa pelajaran yang sama sekali kurang aku simak x(. Terutama sama politik. Secara sejak dulu itu keluarga aku ngga terlalu suka sama politik dan hukum! Dan aku nggak pernah ngebayangin di HI itu ada dua hal itu. Dan ternyataaa.....dua hal itu termasuk hal penting dalam ilmu HI. Ya Allah...x(((. Tapi, ini pilihanku dan aku sama sekali nggak boleh ngeluh!!! Tantangan itu untuk dihadapi, bukan dihindari!!!"
Kira-kira, beginilah kisah satu semester ku di UIN Jakarta. Yang aku tulis memang masih sebagian kecil aja kok. Karena nggak mungkin aku tulis secara detail banget. Bisa-bisa diprotes sama pihak blogger lagi karena terlalu panjang.
Well done, bye bloggers. Danke Schon and wait for the next story ;p
Much love, Fajriin.K.Nasution
Senin, 24 Desember 2012
Mama, Get well soon
Semalam bener-bener kaget dan mau nangis waktu mama bilang kalo besok (hari ini) mama mau operasi pengangkatan sinus. Rasanya itu kayak dihantam sama batu yang runcing banget. Apalagi aku cuman bisa denger cerita mama karena ada di pulau orang.
Dan hari ini, mama menjalani operasi sekitar pukul 04.00 sore. Dari pagi perasaan aku udah was-was aja. Ya Allah, semoga nggak ada apa-apa sama mama. Semoga semuanya lancar. Sekitar jam 05.00 sore, kakak aku baru nelpon. Sebenarnya sebelum itu aku udah kesel banget sama dia. Aku minta ditelepon itu sebelum mama operasi, bukannya setelah operasi! Tapi Alhamdulillah ya Allah, Allah melancarkan segalanya. Kata Ayah, operasi mama berjalan lancar. Tinggal nunggu hasilnya aja. Tapi, di hati aku masih ada perasaan nggak tenang. Ya Allah, semoga kabar yang diberikan dokter baik-baik aja. Mama bisa sembuh seperti sedia kala. :')
Ma, sebenarnya adek pengen banget ada di samping mama sejak mama masuk Rumah Sakit, sampai mama sembuh total nanti. Tapi, gimanalah. Adek lagi ada di Jakarta. Mau Skype-an sama mama, kata kakak ngga ada pulsa modem :| huaaaa..adek bener2 pengen selalu di deket mama. Adek kangen mama. Tapi, Insya Allah adek selalu do'ain yang terbaik buat mama kok dari Jakarta sini. Adek percaya, Allah akan menolong hamba-Nya yang baik. Mamakan orang baik, wanita paling the best!
I for you, Mom
I love you, Mom
You are everything
Ya Allah, lindungi mama, sembuhkan mama...
Kamis, 15 November 2012
Id Adha Alooooone
Okke, aku tahu ini event udah lewat. Tapi aku tetep pengen aja nge-post ini. :D
Postingan kali ini
adalah untuk pertama kalinya aku shalat Idul Adha sendirian. Eh, gak sendirian
juga siih. Aku shalat Id Adha di tempat Om dan Tanteku di daerah Bekasi. Nah,
kenapa aku bilang sendirian??? Karena untuk pertama kalinya aku ngerayain Id Adha
jauh dari keluarga, terutama orang tua :'(. Beginilah nasib anak yang
ngerantau. Agak sedih juga sih. Karena yang biasanya kalau lebaran itu aku
shalat bareng keluarga dan yang terutama sungkeman ma Ayah dan Mama, kali ini
aku nggak bisa ngelakuin hal itu. Tapi syukur deh, aku bisa ngucapin selamat Id
Adha sama mama. Padahal pengen ngucapin sama Ayah juga, eeh...ternyata bapake
belum pulang dari mesjid. Terus nggak bisa ngerasain masakan mama, kayak
ketupat, lontong, sate dan yang utama itu rendang dan soup. Huaaa....andai ada
perusahaan yang bisa ngirim secepat download dari internet, pasti aku bakalan
minta ma mama buat ngirimin masakan mama. Soalnya aku kangeeeeen banget sama
masakan mama. Mau siapapun yang masakin makanan kesukaan aku, kalau itu bukan
masakan mama, tetep aja aku nggak sukak. Pokoknya masakan Mama itu the best.
Okke...sabar menunggu aja Fajriinopus sampe liburan semester tiba :D
Sekian. Terimakasiiih
Minggu, 11 November 2012
Sometimes
Sometimes, I feel like I'm the happiest girl in the world
Sometimes, I feel like I wanna laugh out loudly forever
Sometimes, I cry and like the poorest girl in the world
Sometimes, I feel like I'm the luckiest girl in the world
Sometimes, I'm angry and couldn't control my self
Sometimes, I get bored
Sometimes, I get tired
Sometimes, I get sick and headache
Sometimes, I feel nothing
Yeah, so..this's life. try to imagine what you gonna be tomorrow and forever in your life...
Sometimes, I feel like I wanna laugh out loudly forever
Sometimes, I cry and like the poorest girl in the world
Sometimes, I feel like I'm the luckiest girl in the world
Sometimes, I'm angry and couldn't control my self
Sometimes, I get bored
Sometimes, I get tired
Sometimes, I get sick and headache
Sometimes, I feel nothing
Yeah, so..this's life. try to imagine what you gonna be tomorrow and forever in your life...
Jumat, 02 November 2012
No Title
Nggak tahu kenapa, aku mau nulis tentang seseorang yang udah nge-inspire aku banget, orang kedua setelah orang tua aku. Dan orang ini udah nggak asing lagi di telinga kita. Dia adalah Justin Bieber, seorang penyanyi super star asal Kanada. Sedikit latar belakang tentang dia, Justin dulunya bukan dari keluarga mampu. Bisa dibilang yaaah...ekonominya rendah karena dia hanyalah anak single parents. Dia tinggal bersama ibunya yang kerja keras hanya untuk menghidupi mereka berdua. Bahkan, Justin pernah ngamen di depan umum. Nah, bagaimana seorang yang mengamen dan dari kota kecil Kanada bisa menjadi seorang super star??? Semua berawal ketika Justin ikut lomba Stratford Idol dan berhasil meraih Runner Up. Dari situ, ibu Justin, Pattie Mallette, mengunduh video menyanyi Justin ke Youtube untuk ditunjukkan ke sanak saudara. Dan ternyata, banyak pengunjung Yotube yang menyukai videonya dan meminta lagi hingga Justin mengunduh beberapa videonya lagi. Sampai pada akhirnya, Scooter Braun, manager Justin, merekrut Justin menjadi seorang penyanyi super star sampai yang bisa kita ketahui seberapa mendunianya seorang Justin Bieber.
Dan inti dari semuanya, aku terinspirasi banget sama Justin Bieber. Secara tidak langsung, lewat quote andalannya dia udah mengajari aku untuk tidak mudah menyerah gitu aja terhadap sesuatu. Quatenya: Never Say Never. Dia berhasil membuktikan bahwa seorang yang nggak mampu seperti diapun ternyata bisa menjadi seorang super star yang nggak dipandang sebelah mata oleh orang banyak. Mungkin kalau dilihat memang jalan dia menjadi sukses itu mudah banget. Hanya upload video, ditemukan Scooter Braun, udah, jadi super star. Tapi pada kenyataannya, dia itu nggak langsung terkenal. Dia harus membuktikan talentanya pada Usher agar menjadi mentornya dan keliling Amerika Serikat hanya untuk mempromosikan albumnya. Dan itu nggak mudah. Karena dia harus memulai dari penonton yang sedikit sampai akhirnya beratus ribu orang pengin melihat konsernya. Seorang remaja 18 tahun yang pada saat itu masih sekitar 15 tahunan.
Mungkin memang nggak ada seorangpun yang mengerti seberapa besar Justin udah menginspirasi aku. Dia yang udah buat aku harus mewujudkan impian-impian yang hanya ada di imajinasiku doang. Seperti impianku untuk bisa sekolah ke Jakarta dan sekolah ke luar negeri *amiin ya Allah*. Jujur, pertama kali aku bukan suka sama tampang seorang Justin. Awalnya aku cuman terpesona sama suaranya yang menurutku lembut tapi berenergik. Dan malah aku kira dia itu seorang cewek berumur 7 tahun. Sama seperti aku terpesona pada suara seseorang yang sekarang ada di hati aku...
Dan gara-gara seorang Justin, aku menjadi orang yang nggak gaptek. hehehe. aku memang fansnya, seorang beliebers yang udah suka sama dia sejak Agustus 2010. Dan jujur, nggak ada artis lain manapun yang berhasil menggeser posisi Justin Bieber. Tapi, aku bukan seorang beliebers yang sangat fanatik. Aku cuma punya 2 posternya, tapi nggak pernah aku tempel. Malah masih utuh di dalam plastik. Aku nggak sempat beli bukunya yang FS2F karena kehabisan dan aku nggak bisa beli buku terbarunya yang JGS karena nggak punya uang. Aku nggak punya parfumnya. Aku nggak punya sepatu supranya. Aku nggak punya Album kaset aslinya. Aku nggak punya marchandise mengenai Justin. Aku jarang ngestalking twitter dia dan bahkan jarang ngemention ratusan atau ribuan kata ke dia hanya untuk minta difollow back olehnya. Dan bahkan sekalipun aku pengen banget nonton konsernya, aku nggak mau terlalu banyak berharap bisa nonton karena aku sadar, aku bukan orang kaya yang asal minta duit ke orang tuanya. Aku ya aku.
Karena bagiku, nggak masalah jika sekalipun aku nggak punya semua hal di atas. Mendownload semua lagu-lagu dan MV Justin, ngeliat Justin di TV atau mendengarkannya di radio, dan tetap mendukungnya agar terus keep moving forward dan nggak ninggalin dia aja udah cukup bagi aku. Karena menurutku itulah arti Beliebers yang sebenarnya. Toh, Justin juga nggak pernah nyuruh beliebers-nya untuk memiliki semua hal itu. Dan Justin Bieber, benar-benar udah menjadi perjalanan kehidupan remaja aku :)
Senin, 29 Oktober 2012
Trip to the PTN
As I've promised before...I'll tell my roller coaster story until I got into the State University...Roller coaster, really like a roller coaster...Well, Check it out! Aku nggak tau mau mulai darimana. Apa yang aku alami untuk mencapai salah satu impian aku, yakni masuk ke salah satu universitas negeri di Indonesia ini rasanya betul-betul perjuangan banget. Biarpun pada kenyataan lapangannya nggak begitu penuh perjuangan banget siih. Tapi aku bersyukur karenanya. Mungkin, lebih baik cerita ini dimulai dari saat SNMPTN undangan yang menyesakkan dada.
Tingkatan terakhirku di SMA terdampar di kelas 'monster'. Demi apapun! Itu bener-bener kelas terngeri juga terapik dan terbaik yang pernah aku masuki selama SMA. Dimana sebagian besar muridnya adalah tergolong murid yang pintar tingkat dewa. Dan sampai sekarang aku nggak tahu kenapa aku bisa terdampar di kelas itu. Pertama kali, aku udah pasrah. Pasrah karena nggak bakal bisa masuk 5 atau seenggaknya 10 besar lagi kayak aku di kelas 2 SMA. Dan aku tahu satu hal, disini aku terancam. 'Terancam' nggak bakal dapat SNMPTN Undangan yang aku idam-idamkan. hiks....
Dan mimpi buruk itu bener. Aku dapet rangking yang jauh dari perkiraanku *sebenarnya udah duga siiih...* *dan jangan tanya berapa, because it's secret :p*. Dan impian dapet SNMPTN undangan kayaknya memang harus dibuang jauh2 sampai ke negeri Jerman. And yo' know what?! Impian ku itu ternyata datang lagi jauh2 dari Jerman balik ke Indonesia. Ternyata khusus kelas uhuk 'unggulan' itu, namaku masuk jalur undangan. Sekali lagi, *ambil toak mesjid* "AKU MASUK UNDANGAAAAAN!!! ASDFGHFGDJKL!!!". Aku seneng, aku girang. Kalo lagi nggak di sekolah, pasti aku udah jingkrak-jingkrak kayak orang gila. Aku tahu, itu hanyalah sebuah undangan, yang belum tentu aku diterima atau enggak, tapi itulah awal dari segalanya yang dirasa sangat berputar-putar. Awal dimana aku seperti sebuah bola yang dilempar dan dipantulkan bolak-balik ke sana-ke sini.
Dari situ, aku udah sibuk nyari PTN mana yang mau aku masuki dan sharing-sharing ma orang tua. Ayah nyarani aku biar masuk ke Kedokteran Hewan. Aku mikir kayaknya keren tuh. Dan aku setuju dengan usulan ayah, itung-itung berbakti pada orang tua..hehehe. Dan disitu aku sadar, kalo aku milih itu, maka impian ku sejak kelas 1 SMA untuk ngambil Hub. Internasional harus aku tinggalkan. Karena aku hanya bisa memilih satu. Jadi aku putuskan milih Kedokteran hewan dan mulai jatuh cinta pada jurusan itu.
Ternyata, semua nggak seindah yang kita bayangkan. Panitia SNMPTN undangan mengumumkan perubahan dimana setiap kelas hanya mengundang anak yang rangking 1-12. Dan aku langsung ngerasa dunia nggak fair. Itu artinya, perjuanganku dari kelas 1 sampai 2 yang selalu dapet peingkat 10 besar *bukan sombong siih* itu sia-sia. Dan aku kesel setengah hidup sama sekolahku yang bener-bener ngasih aku harapan palsu #apasiih. Dan semua impian aku kembali lagi ke Jerman...hiiikss.....aku kesel, aku sebel, dan aku benciiiii......karena rasanyanya itu... kayak...'that should be me' :'(((. Tapi ntah dapet dorongan darimana, aku terus berdoa, semoga ada perubahan ataupun hikmah dari semua ini. Ntah itu panitianya tersadar dari alam bawah sadarnya bahwa nggak harus rangking 1-12 yang masuk undangan, atau apapun lah itu.
Ntah memang sangat benar kalau Allah itu Maha Baik dan Adil atau dewi fortuna iseng nyantol ke aku, ternyata ada perubahan lagi. Bahwa panitia sendiri yang akan menentukan siapa-siapa aja yang mendapat jalur undangan. Ini berarti I could get that chance!!! Aku terus do'a supaya aku masuk. Ntah kenapa, jalur udangan ini terasa sangat berarti dan penting banget buat aku. Pengumuman datang dan guess what??!! Aku dipanggiiiil...aku dapet jalur undangan. Mama-Ayah, your pretty tochter got the invitation!!! Asli, saat denger namaku dipanggil dalam ruanagan media aku langsung nangis kayak anak kecil dan sujud syukur. Doaku dikabulin sama Allah dan aku seneng setengah mati. Dan impian aku travel lagi dari Jerman ke Indonesia..ehehe...aku mulai menuliskan 2 universitas yang ingin ku masuki. Kalau dipikir-pikir, aku kayaknya memang udah gilak. Padahal itu hanya undangan yang toh belum tentu aku diterima di universitas itu. tapi yah namanya ungkapan hati, aku tetep seneng dan bersyukur berulang kali. Tandanya aku bisa membuktikan kepada sekolah bahwa hasil belajar ku selama di SMA itu nggak sia-sia karena aku masuk jalur undangan.
Selanjutnya, aku hanya perlu nunggu pengumuman sampai Mei *kalau nggak salah nginget :p*. Waktu berlalu begitu cepat yang mana aku habiskan untuk persiapan ikut ujian SNMPTN jalur tulis. Aku ikut bimbel untuk menunjang otak ku yang standar ini supaya bisa berperang saat ujian. Tapi aslinya, aku hanya setengah serius dalam mencari ilmu. Beneran deh. Kebanyakan pas bimbel itu aku cuman merhatiin tapi nggak banyak yang nyangkut di memori ku dan ditambah kalau udah siang, aku lebih milih tidur di depan tentornya sendiri *yahiyalah fajriiin...wong tempat dudukmu selalu paling depan!*, dan satu lagi, aku lebih sering jahilin dan godain bestie aku supaya ngobrol ma aku. Bener-bener perbuatan yang tak patut ditiru *stop! jangan tiru adegan ini!*.
Kira-kira 5 hari sebelum pengumuman jalur undangan dan lulus/tidak lulus SMA, aku daftar SNMPTN tulis. Nah, disitu aku galau campur bingung. Mau milih apa aku ini? Yang pasti, aku nggak mungkin milih 2 universitas yang aku pilih saat jalur undangan. Bukan apa-apa ya. Itu semua karena aku tahu kemampuan otakku yang udah pastilah aku nggak bakal lulus di 2 universitas yang Passing Gradenya tinggi-tinggi. Karena itu, impian aku buat masuk kedokteran hewan harus aku kubur dalam-dalam di jalur tulis ini. Saat itu aku masih berharap banyak sama jalur undangan.
Akhirnya, cita-cita lama mencuat kembali dari alam kuburnya. Hati aku kembali bilang bahwa aku harus milih jurusan Hub. Internasional. Akhirnya aku pilih jurusan itu paling pertama di Jakarta Islamic State University *biar keren...* atau UIN Syarief Hidayatullah Jakarta. Yang kedua aku pilih di universitas yang sama jurusan Farmasi, dan yang terkahir aku pilih Agribisnis-USU. Selesai. Setelahnya, aku kembali galau mbak-e. Gimana enggak. Pertama nih yah, aku dari IPA, nggak ngerti IPS, dan bimbel juga ngambilnya IPA, bukan IPC yang ada pelajaran IPA-IPSnya. Gimana caranya aku bisa jawab soal-soal IPS di SNMPTN nanti? Dan kedua, aku goblok banget ngambilnya Farmasi yang sangat rawan buat cewek. Dan berharap aja aku nggak lulus di situ. Masa bodohlah, itu urusan belakangan.
Akhirnya hari itu datang, pengumuman jalur undangan. Dan paginya aku udah dinyatakan lulus SMA! Akhirnya dengan semangat 45 aku buka webnya dengan sangat yakin. Yang tanpa sadar bahwa keyakinan ku itu udah melebihi yang seharusnya. Mataku rasanya panaaaas banget ngeliatnya. Dadaku nyeseeek. Nggak usah tanyak lagi karena faktanya, aku nggak diterima di kedua universitas pilihanku. Aku langsung sok tegar di sebelah mama yang juga ikut ngeliat aku buka webnya. Disitu, mama langsung ngasih petuah, "mama selalu berdo'a yang terbaik buat adek. Mungkin memang ini bukan yang terbaik buat adek", hikss...huaaa..mamaaaaa...aku mau nangis dengernyaa. Dan yang paling aku sebel sama kakak perempuanku yang langsung teriak-teriak kegirangan karena aku nggak lulus. Dan abangku langsung ngejek, "itulah. Makanya jangan sok yakin. Jangan banyak berharap kali kau. Udah gini, hem, sedih kan, nangis", sambil ketawak kayak siluman. Aaaaa....dari situ, aku langsung sok senyum dan bilang kalo aku nggak papa. Aku sok nabahin diriku sendiri, padahal mah aku memag udah pengin nangis. Terus, aku langsung masuk kamar dan nangis deh tuh sejadi-jadinya :'((
2 sahabat baikku lulus jalur undangan, "selamat yaaa nor-yooonk ronaldo dan Tiyoooonk" . Tinggallah aku dan sahabatku yang satu lagi sama-sama senasib. Gimana enggak? Kami sama-sama masuk jalur undangan, tapi sama-sama nggak lulus...hahaha :'D. Disitu, kami berdua sama-sama nabahin diri untuk berjuang di SNMPTN tulis yang udah di depan mata. Setelah pengumuman itu, aku mulai belajar serius. Nggak ada kata main-main lagi dalam kamus aku. Aku sadar bahwa aku itu harus ngejer impian aku yang sebenarnya. Impianku yang bukan di kedokteran hewan, melainkan hub. internasional. Dari situ, aku mati-matian ngejer ketinggalanku di pelajaran IPS. Aku pinjem buku sahabatku yang satu bimbel dan seenaknya masuk-masuk ke kelas anak IPS hanya untuk belajar dunia IPS secara 'gratisan'. Aku sadar apa yang abangku bilang bener. Aku nggak boleh terlalu banyak berharap dan yakin akan sesuatu. Karena jika hal itu nggak jadi kenyataan, akan terasa sangat menyakitkan.
Aku juga sibuk nyari jalur lain yang bisa membuatku pokoknya masuk ke PTN, itulah misiku saat itu. Aku akan nyoba semuanya. Baik itu polmed, jalur UMB, STAN, tapi satu hal - aku nggak mau ngambil yang jalur mandiri! Aku nggak boleh terlalu yakin dan bergantung pada SNMPTN tulis. Aku udah nggak peduli jurusan mana yang akan aku jalani nanti asalkan aku masuk ke PTN, membuat orang tua ku bangga sama anak gadisnya yang bisa mendapatkan satu kursi PTN. Dan aku dipertemukan sama Politeknik Negeri Medan (Polmed) yang buka pendaftaran untuk D3. Padahal waktu itu, aku daftar di dua hari terakhir pendaftaran tutup dan cap-cip-cup, aku pilih teknik sipil dan teknik komputer. Dan aku bayar pendaftaran malahan saat hari terakhirnya...hahaha..dasar anak gila. Barengan ma sahabat senasibku dan teman cowok sekolahku seperjuangan di bimbel, kami daftar ke polmed. Satu masalah besar, kami hanya punya waktu belajar 3 hari. Ku ulangi, 3 HARI!!! Astaga! Mau belajar apa dalam waktu segitu?!
Ternyata temenku cowok ngasi soal politeknik jakarta yang berhasil diunduhnya di internet. Alhasil, sehari sebelum hari ujian, kami belajar bareng jawab soal-soalnya. Malamnya, aku bener-bener iseng ngerjain fisika semampuku. Besoknya pertempuran di polmed, aku berdo'a semoga soalnya nggak susah. Apalagi soal fisikanya tuh yaah...beeuuhh...aku bener-bener lemah di pelajaran satu itu. Aku buka soal dan langsung terkejut. Ini soalnya??! Demi apa! ahahahaa...mau tahu? Ternyata apa yang aku kerjain semalam sama semua dengan yang ada dihadapanku. Dengan enteng, aku ngerjain semua soal yang memang kebetulan hafal di dalam otakku jawabannya. Ntah apa artinya ini. Kayaknya aku memang jodoh ma Polmed.
Then, SNMPTN tulis pun bener-bener udah di depan mata. Saat hari pengumuman ujian polmed, aku inget saat itu abangku masuk kamar dan maksain aku bangun. Dia nunjukin daftar nama yang lulus polmed ke aku yang nyawanya belum ngumpul jadi satu. Dengan ogah-ogahan, aku nyari nama aku. Aku nemui nama temen cowok yang ngasi aku soal itu. Aku langsung panik. Kok namaku nggak ada yah??? Biar gimanapun, aku masih ngarepin masuk polmed ini, yang tak lain dan tak bukan adalah karena basisnya negeri..wkwkwkw dasar otak negeri. Terakhir aku mikir, mungkin ini efek karena aku belum sholat subuh. Aku pun shalat dan berdoa semoga namaku lulus. Selanjutnya, aku mindahin datanya ke laptop dan dengan hati-hati aku nyari namaku. satu per satu dan namaku ternyata ada di urutaaaan....17 di Teknik Sipil, *ketemu nomor ganjil lagi -_-"*. Disitu aku kayak orang gilak, teriak-teriak kegirangan. Keluargaku langsung nyalamin aku. Dan sahabat senasibku juga lulus di Akuntansi, "Selamat yaaa Tia bebong sayaaaang" Aku nyari-nyari info lagi kapan daftar ulang. Dan aku kaget, shock :O. Pendaftarannya itu sehari setelah ujian SNMPTN tulis. Dan artinya aku dihadapkan pada dua pilihan: daftar ulang atau tidak daftar ulang jika merasa udah yakin banget bakal lulus SNMPTN. Aku konsultasi sama orang tua mana baiknya. Dan jawaban ayah dan mama bener-bener bijak, "yaudah dek, daftar ulang aja. Urusan lulus nggak lulusnya di jalur SNMPTN urusan belakangan. Yang penting nyari aman aja dulu. Nanti tinggal pilih mau yang mana". Akupun daftar ulang, ngukur almamater, tes kesehatan, dan bayar ampe hampir 5 juta. Karena ini bener-bener antara hidup dan mati, man. Aku nggak mau sok yakin di ujian tulis ini mengingat sainganku itu sampe beratus ribu dan se-Indonesia pula. Terlebih, aku belajar dari pengalaman *lirik jalur undangan -_-"*. Dari situ, aku udah nggak peduli lagi sama pengumuman jalur SNMPTN tulis lagi. Masa bodohlah pokoke. Aku bilang ke mama, kalau aku lulusnya Hub. Internasional, aku ambil itu dan ninggalin polmed, tapi kalo aku lulusnya Farmasi atau Agribisnis, aku nggak akan ngambil dan tetep di Teknik Sipil Polmed.
Tanpa sadar,beneran aku nggak nyadar, hari pengumuman tiba. Aku lebih milih agak maleman sebenarnya bukanya. Tapi abangku yang bawel maksain aku buka habis shalat maghrib. Alasannya cuman satu: dia pengen ngeliat kemampuan aku apakah bisa ngalahin dia yang dulu juga lulus snmptn. Aku mengiyakan dengan catatan dia yang buka webnya dan ngeliat pengumaman sendiri. Okke, aku tahu ini memang lebaii. Tapi aku bener-bener trauma sama jalur undangan. Takutnya karena tanganku yang buka jadi bawa sial lagi. Aku ngelirik takut-takut ke layar laptop ngeliat hasilnya. Karena hati kecil aku pengin banget yang tertulis adalah kata 'selamat', bukan 'maaf,'. Hasilnya tertulis: KHAIRIAH FAJRIN - HUB. INTERNASIONAL - UIN SYARIEF HIDAYATULLAH JAKARTA. Aku langsung teriak-teriak kegirangan dan lompat-lompat di ruang tamu "yeee!!! aku lulus!!" dan ternyata aku lulus di jurusan yang memang udah lama aku cita-citakan - Hub. Internasional. Aku langsung nyalamin ayah. Akhirnya aku bisa memberikan satu pembuktian dan membuat orang tua senang karena aku diterima di PTN.
Waktu itu mama lagi di kampung. Terus aku bingung. Aku udah tekad pengin daftar ulang di UIN Jakarta. Yang artinya secepatnya aku akan jadi anak rantauan, jauh dari keluarga, terutama orang tua. Dan aku masih belum tahu apakah mama bisa melepasku atau enggak. Aku minta pendapat ayah. Dan alhamdulillah, ayah mendukung ku 100% untuk kuliah ke Jakarta. Lalu, akupun menelepon mama untuk mengabarkan bahwa aku keterima di Jakarta. Aku nggak tahu gimana ekspresi mama saat itu. Apakah mama setuju sama keputusan aku atau enggak. Yang aku tahu, aku pengin banget kuliah ke jakarta dan aku sangat bersyukur dan berterimakasih sama ayah yang udah mau me-support aku 100%. Karena tanpa dukungan dari ayah atau mama, aku nggak mungkin bisa kuliah ke Jakarta :')
Ayahpun langsung memesan tiket ke Jakarta besoknya untuk keberangkatan kamis. Dan mama baru pulang ke Medan hari Selasa. Aku nyoba nanya ke mama lagi apakah mama merestui aku buat lanjut ke Jakarta. Dan aku seneng, Alhamdulillah mama juga mendukung. *makasii mama ku sayaaang :* *. Kamis datang dan untuk pertama kalinya aku berangkat ke Jakarta........
*fleeeeeeeewwww..........*. Dan akhirnya aku nyampe Jakarta, langsung ke kampus UIN Jakarta dan daftar ulang. Terakhir, aku hanya tinggal nunggu sampai habis lebaran untuk memulai ospek dan perkuliahan. Dan memulai kehidupan baru sebagai MAHASISWI. :')))
Bagi bloggers mungkin kisah ku ini biasa aja, nggak menarik, dan bahkan membosankan. Tapi bagiku ini adalah perjalanan yang cukup panjang dalam prosesku bisa masuk ke universitas. Dimana awalnya aku dinyatakan masuk jalur undangan - terus nggak masuk - terus masuk lagi ke jalur undangan - sampai pada akhirnya aku nggak lulus jalur undangan. Tapi percaya atau tidak, ternyata dibalik ketidak lulusan ku di jalur undangan ada hikmahnya. Toh, aku bisa lulus di kampus yang dua-duanya berbasis negeri. Dan aku hanya tinggal memilih. Dan dibalik ini semua, aku bersyukur alhamdulillah sama Allah SWT yang udah nguji aku. Mungkin aku diuji di sini, apakah dengan aku nggak lulus SNMPTN undangan aku tetep mau berdoa pada Allah SWT dan berjuang keras. Dan aku sangat berterimakasih sama ayah yang udah support dan aku yakin juga pasti do'ain aku dan sampai rela-relain terlambat ngantor dan cuti kerja hanya untuk nganterin dan nemenin aku daftar ulang baik itu di polmed maupun di UIN Jakarta dan makasii ya mama sayaaang yang juga nyupport dan pasti do'ain aku terus mau ngabulin permintaan aku buat ikut ke Jakarta saat aku sah menjadi mahasiswi FISIP-Hub. Internasional UIN Jakarta...hehehe... "Adek sayaaaang sama mama dan ayah :**" *perhatian! ini bukanlah bentuk ke-PDan tingkat tinggi aku*. Dan terakhir, makasi buat sahabat-sahabatku dan temen-temen yang udah nyabarin aku saat nggak lulus undangan, terus memberi dukungan dalam ujian tulis, dan yang udah bersama berjuang untuk menaklukkan yang namanya SNMPTN tertulis.
Beginilah kisahku. Diakhiri dengan buah yang manis :)
By: Fajriin.K.
Tingkatan terakhirku di SMA terdampar di kelas 'monster'. Demi apapun! Itu bener-bener kelas terngeri juga terapik dan terbaik yang pernah aku masuki selama SMA. Dimana sebagian besar muridnya adalah tergolong murid yang pintar tingkat dewa. Dan sampai sekarang aku nggak tahu kenapa aku bisa terdampar di kelas itu. Pertama kali, aku udah pasrah. Pasrah karena nggak bakal bisa masuk 5 atau seenggaknya 10 besar lagi kayak aku di kelas 2 SMA. Dan aku tahu satu hal, disini aku terancam. 'Terancam' nggak bakal dapat SNMPTN Undangan yang aku idam-idamkan. hiks....
Dan mimpi buruk itu bener. Aku dapet rangking yang jauh dari perkiraanku *sebenarnya udah duga siiih...* *dan jangan tanya berapa, because it's secret :p*. Dan impian dapet SNMPTN undangan kayaknya memang harus dibuang jauh2 sampai ke negeri Jerman. And yo' know what?! Impian ku itu ternyata datang lagi jauh2 dari Jerman balik ke Indonesia. Ternyata khusus kelas uhuk 'unggulan' itu, namaku masuk jalur undangan. Sekali lagi, *ambil toak mesjid* "AKU MASUK UNDANGAAAAAN!!! ASDFGHFGDJKL!!!". Aku seneng, aku girang. Kalo lagi nggak di sekolah, pasti aku udah jingkrak-jingkrak kayak orang gila. Aku tahu, itu hanyalah sebuah undangan, yang belum tentu aku diterima atau enggak, tapi itulah awal dari segalanya yang dirasa sangat berputar-putar. Awal dimana aku seperti sebuah bola yang dilempar dan dipantulkan bolak-balik ke sana-ke sini.
Dari situ, aku udah sibuk nyari PTN mana yang mau aku masuki dan sharing-sharing ma orang tua. Ayah nyarani aku biar masuk ke Kedokteran Hewan. Aku mikir kayaknya keren tuh. Dan aku setuju dengan usulan ayah, itung-itung berbakti pada orang tua..hehehe. Dan disitu aku sadar, kalo aku milih itu, maka impian ku sejak kelas 1 SMA untuk ngambil Hub. Internasional harus aku tinggalkan. Karena aku hanya bisa memilih satu. Jadi aku putuskan milih Kedokteran hewan dan mulai jatuh cinta pada jurusan itu.
Ternyata, semua nggak seindah yang kita bayangkan. Panitia SNMPTN undangan mengumumkan perubahan dimana setiap kelas hanya mengundang anak yang rangking 1-12. Dan aku langsung ngerasa dunia nggak fair. Itu artinya, perjuanganku dari kelas 1 sampai 2 yang selalu dapet peingkat 10 besar *bukan sombong siih* itu sia-sia. Dan aku kesel setengah hidup sama sekolahku yang bener-bener ngasih aku harapan palsu #apasiih. Dan semua impian aku kembali lagi ke Jerman...hiiikss.....aku kesel, aku sebel, dan aku benciiiii......karena rasanyanya itu... kayak...'that should be me' :'(((. Tapi ntah dapet dorongan darimana, aku terus berdoa, semoga ada perubahan ataupun hikmah dari semua ini. Ntah itu panitianya tersadar dari alam bawah sadarnya bahwa nggak harus rangking 1-12 yang masuk undangan, atau apapun lah itu.
Ntah memang sangat benar kalau Allah itu Maha Baik dan Adil atau dewi fortuna iseng nyantol ke aku, ternyata ada perubahan lagi. Bahwa panitia sendiri yang akan menentukan siapa-siapa aja yang mendapat jalur undangan. Ini berarti I could get that chance!!! Aku terus do'a supaya aku masuk. Ntah kenapa, jalur udangan ini terasa sangat berarti dan penting banget buat aku. Pengumuman datang dan guess what??!! Aku dipanggiiiil...aku dapet jalur undangan. Mama-Ayah, your pretty tochter got the invitation!!! Asli, saat denger namaku dipanggil dalam ruanagan media aku langsung nangis kayak anak kecil dan sujud syukur. Doaku dikabulin sama Allah dan aku seneng setengah mati. Dan impian aku travel lagi dari Jerman ke Indonesia..ehehe...aku mulai menuliskan 2 universitas yang ingin ku masuki. Kalau dipikir-pikir, aku kayaknya memang udah gilak. Padahal itu hanya undangan yang toh belum tentu aku diterima di universitas itu. tapi yah namanya ungkapan hati, aku tetep seneng dan bersyukur berulang kali. Tandanya aku bisa membuktikan kepada sekolah bahwa hasil belajar ku selama di SMA itu nggak sia-sia karena aku masuk jalur undangan.
Selanjutnya, aku hanya perlu nunggu pengumuman sampai Mei *kalau nggak salah nginget :p*. Waktu berlalu begitu cepat yang mana aku habiskan untuk persiapan ikut ujian SNMPTN jalur tulis. Aku ikut bimbel untuk menunjang otak ku yang standar ini supaya bisa berperang saat ujian. Tapi aslinya, aku hanya setengah serius dalam mencari ilmu. Beneran deh. Kebanyakan pas bimbel itu aku cuman merhatiin tapi nggak banyak yang nyangkut di memori ku dan ditambah kalau udah siang, aku lebih milih tidur di depan tentornya sendiri *yahiyalah fajriiin...wong tempat dudukmu selalu paling depan!*, dan satu lagi, aku lebih sering jahilin dan godain bestie aku supaya ngobrol ma aku. Bener-bener perbuatan yang tak patut ditiru *stop! jangan tiru adegan ini!*.
Kira-kira 5 hari sebelum pengumuman jalur undangan dan lulus/tidak lulus SMA, aku daftar SNMPTN tulis. Nah, disitu aku galau campur bingung. Mau milih apa aku ini? Yang pasti, aku nggak mungkin milih 2 universitas yang aku pilih saat jalur undangan. Bukan apa-apa ya. Itu semua karena aku tahu kemampuan otakku yang udah pastilah aku nggak bakal lulus di 2 universitas yang Passing Gradenya tinggi-tinggi. Karena itu, impian aku buat masuk kedokteran hewan harus aku kubur dalam-dalam di jalur tulis ini. Saat itu aku masih berharap banyak sama jalur undangan.
Akhirnya, cita-cita lama mencuat kembali dari alam kuburnya. Hati aku kembali bilang bahwa aku harus milih jurusan Hub. Internasional. Akhirnya aku pilih jurusan itu paling pertama di Jakarta Islamic State University *biar keren...* atau UIN Syarief Hidayatullah Jakarta. Yang kedua aku pilih di universitas yang sama jurusan Farmasi, dan yang terkahir aku pilih Agribisnis-USU. Selesai. Setelahnya, aku kembali galau mbak-e. Gimana enggak. Pertama nih yah, aku dari IPA, nggak ngerti IPS, dan bimbel juga ngambilnya IPA, bukan IPC yang ada pelajaran IPA-IPSnya. Gimana caranya aku bisa jawab soal-soal IPS di SNMPTN nanti? Dan kedua, aku goblok banget ngambilnya Farmasi yang sangat rawan buat cewek. Dan berharap aja aku nggak lulus di situ. Masa bodohlah, itu urusan belakangan.
Akhirnya hari itu datang, pengumuman jalur undangan. Dan paginya aku udah dinyatakan lulus SMA! Akhirnya dengan semangat 45 aku buka webnya dengan sangat yakin. Yang tanpa sadar bahwa keyakinan ku itu udah melebihi yang seharusnya. Mataku rasanya panaaaas banget ngeliatnya. Dadaku nyeseeek. Nggak usah tanyak lagi karena faktanya, aku nggak diterima di kedua universitas pilihanku. Aku langsung sok tegar di sebelah mama yang juga ikut ngeliat aku buka webnya. Disitu, mama langsung ngasih petuah, "mama selalu berdo'a yang terbaik buat adek. Mungkin memang ini bukan yang terbaik buat adek", hikss...huaaa..mamaaaaa...aku mau nangis dengernyaa. Dan yang paling aku sebel sama kakak perempuanku yang langsung teriak-teriak kegirangan karena aku nggak lulus. Dan abangku langsung ngejek, "itulah. Makanya jangan sok yakin. Jangan banyak berharap kali kau. Udah gini, hem, sedih kan, nangis", sambil ketawak kayak siluman. Aaaaa....dari situ, aku langsung sok senyum dan bilang kalo aku nggak papa. Aku sok nabahin diriku sendiri, padahal mah aku memag udah pengin nangis. Terus, aku langsung masuk kamar dan nangis deh tuh sejadi-jadinya :'((
2 sahabat baikku lulus jalur undangan, "selamat yaaa nor-yooonk ronaldo dan Tiyoooonk" . Tinggallah aku dan sahabatku yang satu lagi sama-sama senasib. Gimana enggak? Kami sama-sama masuk jalur undangan, tapi sama-sama nggak lulus...hahaha :'D. Disitu, kami berdua sama-sama nabahin diri untuk berjuang di SNMPTN tulis yang udah di depan mata. Setelah pengumuman itu, aku mulai belajar serius. Nggak ada kata main-main lagi dalam kamus aku. Aku sadar bahwa aku itu harus ngejer impian aku yang sebenarnya. Impianku yang bukan di kedokteran hewan, melainkan hub. internasional. Dari situ, aku mati-matian ngejer ketinggalanku di pelajaran IPS. Aku pinjem buku sahabatku yang satu bimbel dan seenaknya masuk-masuk ke kelas anak IPS hanya untuk belajar dunia IPS secara 'gratisan'. Aku sadar apa yang abangku bilang bener. Aku nggak boleh terlalu banyak berharap dan yakin akan sesuatu. Karena jika hal itu nggak jadi kenyataan, akan terasa sangat menyakitkan.
Aku juga sibuk nyari jalur lain yang bisa membuatku pokoknya masuk ke PTN, itulah misiku saat itu. Aku akan nyoba semuanya. Baik itu polmed, jalur UMB, STAN, tapi satu hal - aku nggak mau ngambil yang jalur mandiri! Aku nggak boleh terlalu yakin dan bergantung pada SNMPTN tulis. Aku udah nggak peduli jurusan mana yang akan aku jalani nanti asalkan aku masuk ke PTN, membuat orang tua ku bangga sama anak gadisnya yang bisa mendapatkan satu kursi PTN. Dan aku dipertemukan sama Politeknik Negeri Medan (Polmed) yang buka pendaftaran untuk D3. Padahal waktu itu, aku daftar di dua hari terakhir pendaftaran tutup dan cap-cip-cup, aku pilih teknik sipil dan teknik komputer. Dan aku bayar pendaftaran malahan saat hari terakhirnya...hahaha..dasar anak gila. Barengan ma sahabat senasibku dan teman cowok sekolahku seperjuangan di bimbel, kami daftar ke polmed. Satu masalah besar, kami hanya punya waktu belajar 3 hari. Ku ulangi, 3 HARI!!! Astaga! Mau belajar apa dalam waktu segitu?!
Ternyata temenku cowok ngasi soal politeknik jakarta yang berhasil diunduhnya di internet. Alhasil, sehari sebelum hari ujian, kami belajar bareng jawab soal-soalnya. Malamnya, aku bener-bener iseng ngerjain fisika semampuku. Besoknya pertempuran di polmed, aku berdo'a semoga soalnya nggak susah. Apalagi soal fisikanya tuh yaah...beeuuhh...aku bener-bener lemah di pelajaran satu itu. Aku buka soal dan langsung terkejut. Ini soalnya??! Demi apa! ahahahaa...mau tahu? Ternyata apa yang aku kerjain semalam sama semua dengan yang ada dihadapanku. Dengan enteng, aku ngerjain semua soal yang memang kebetulan hafal di dalam otakku jawabannya. Ntah apa artinya ini. Kayaknya aku memang jodoh ma Polmed.
Then, SNMPTN tulis pun bener-bener udah di depan mata. Saat hari pengumuman ujian polmed, aku inget saat itu abangku masuk kamar dan maksain aku bangun. Dia nunjukin daftar nama yang lulus polmed ke aku yang nyawanya belum ngumpul jadi satu. Dengan ogah-ogahan, aku nyari nama aku. Aku nemui nama temen cowok yang ngasi aku soal itu. Aku langsung panik. Kok namaku nggak ada yah??? Biar gimanapun, aku masih ngarepin masuk polmed ini, yang tak lain dan tak bukan adalah karena basisnya negeri..wkwkwkw dasar otak negeri. Terakhir aku mikir, mungkin ini efek karena aku belum sholat subuh. Aku pun shalat dan berdoa semoga namaku lulus. Selanjutnya, aku mindahin datanya ke laptop dan dengan hati-hati aku nyari namaku. satu per satu dan namaku ternyata ada di urutaaaan....17 di Teknik Sipil, *ketemu nomor ganjil lagi -_-"*. Disitu aku kayak orang gilak, teriak-teriak kegirangan. Keluargaku langsung nyalamin aku. Dan sahabat senasibku juga lulus di Akuntansi, "Selamat yaaa Tia bebong sayaaaang" Aku nyari-nyari info lagi kapan daftar ulang. Dan aku kaget, shock :O. Pendaftarannya itu sehari setelah ujian SNMPTN tulis. Dan artinya aku dihadapkan pada dua pilihan: daftar ulang atau tidak daftar ulang jika merasa udah yakin banget bakal lulus SNMPTN. Aku konsultasi sama orang tua mana baiknya. Dan jawaban ayah dan mama bener-bener bijak, "yaudah dek, daftar ulang aja. Urusan lulus nggak lulusnya di jalur SNMPTN urusan belakangan. Yang penting nyari aman aja dulu. Nanti tinggal pilih mau yang mana". Akupun daftar ulang, ngukur almamater, tes kesehatan, dan bayar ampe hampir 5 juta. Karena ini bener-bener antara hidup dan mati, man. Aku nggak mau sok yakin di ujian tulis ini mengingat sainganku itu sampe beratus ribu dan se-Indonesia pula. Terlebih, aku belajar dari pengalaman *lirik jalur undangan -_-"*. Dari situ, aku udah nggak peduli lagi sama pengumuman jalur SNMPTN tulis lagi. Masa bodohlah pokoke. Aku bilang ke mama, kalau aku lulusnya Hub. Internasional, aku ambil itu dan ninggalin polmed, tapi kalo aku lulusnya Farmasi atau Agribisnis, aku nggak akan ngambil dan tetep di Teknik Sipil Polmed.
Tanpa sadar,beneran aku nggak nyadar, hari pengumuman tiba. Aku lebih milih agak maleman sebenarnya bukanya. Tapi abangku yang bawel maksain aku buka habis shalat maghrib. Alasannya cuman satu: dia pengen ngeliat kemampuan aku apakah bisa ngalahin dia yang dulu juga lulus snmptn. Aku mengiyakan dengan catatan dia yang buka webnya dan ngeliat pengumaman sendiri. Okke, aku tahu ini memang lebaii. Tapi aku bener-bener trauma sama jalur undangan. Takutnya karena tanganku yang buka jadi bawa sial lagi. Aku ngelirik takut-takut ke layar laptop ngeliat hasilnya. Karena hati kecil aku pengin banget yang tertulis adalah kata 'selamat', bukan 'maaf,'. Hasilnya tertulis: KHAIRIAH FAJRIN - HUB. INTERNASIONAL - UIN SYARIEF HIDAYATULLAH JAKARTA. Aku langsung teriak-teriak kegirangan dan lompat-lompat di ruang tamu "yeee!!! aku lulus!!" dan ternyata aku lulus di jurusan yang memang udah lama aku cita-citakan - Hub. Internasional. Aku langsung nyalamin ayah. Akhirnya aku bisa memberikan satu pembuktian dan membuat orang tua senang karena aku diterima di PTN.
Waktu itu mama lagi di kampung. Terus aku bingung. Aku udah tekad pengin daftar ulang di UIN Jakarta. Yang artinya secepatnya aku akan jadi anak rantauan, jauh dari keluarga, terutama orang tua. Dan aku masih belum tahu apakah mama bisa melepasku atau enggak. Aku minta pendapat ayah. Dan alhamdulillah, ayah mendukung ku 100% untuk kuliah ke Jakarta. Lalu, akupun menelepon mama untuk mengabarkan bahwa aku keterima di Jakarta. Aku nggak tahu gimana ekspresi mama saat itu. Apakah mama setuju sama keputusan aku atau enggak. Yang aku tahu, aku pengin banget kuliah ke jakarta dan aku sangat bersyukur dan berterimakasih sama ayah yang udah mau me-support aku 100%. Karena tanpa dukungan dari ayah atau mama, aku nggak mungkin bisa kuliah ke Jakarta :')
Ayahpun langsung memesan tiket ke Jakarta besoknya untuk keberangkatan kamis. Dan mama baru pulang ke Medan hari Selasa. Aku nyoba nanya ke mama lagi apakah mama merestui aku buat lanjut ke Jakarta. Dan aku seneng, Alhamdulillah mama juga mendukung. *makasii mama ku sayaaang :* *. Kamis datang dan untuk pertama kalinya aku berangkat ke Jakarta........
*fleeeeeeeewwww..........*. Dan akhirnya aku nyampe Jakarta, langsung ke kampus UIN Jakarta dan daftar ulang. Terakhir, aku hanya tinggal nunggu sampai habis lebaran untuk memulai ospek dan perkuliahan. Dan memulai kehidupan baru sebagai MAHASISWI. :')))
Bagi bloggers mungkin kisah ku ini biasa aja, nggak menarik, dan bahkan membosankan. Tapi bagiku ini adalah perjalanan yang cukup panjang dalam prosesku bisa masuk ke universitas. Dimana awalnya aku dinyatakan masuk jalur undangan - terus nggak masuk - terus masuk lagi ke jalur undangan - sampai pada akhirnya aku nggak lulus jalur undangan. Tapi percaya atau tidak, ternyata dibalik ketidak lulusan ku di jalur undangan ada hikmahnya. Toh, aku bisa lulus di kampus yang dua-duanya berbasis negeri. Dan aku hanya tinggal memilih. Dan dibalik ini semua, aku bersyukur alhamdulillah sama Allah SWT yang udah nguji aku. Mungkin aku diuji di sini, apakah dengan aku nggak lulus SNMPTN undangan aku tetep mau berdoa pada Allah SWT dan berjuang keras. Dan aku sangat berterimakasih sama ayah yang udah support dan aku yakin juga pasti do'ain aku dan sampai rela-relain terlambat ngantor dan cuti kerja hanya untuk nganterin dan nemenin aku daftar ulang baik itu di polmed maupun di UIN Jakarta dan makasii ya mama sayaaang yang juga nyupport dan pasti do'ain aku terus mau ngabulin permintaan aku buat ikut ke Jakarta saat aku sah menjadi mahasiswi FISIP-Hub. Internasional UIN Jakarta...hehehe... "Adek sayaaaang sama mama dan ayah :**" *perhatian! ini bukanlah bentuk ke-PDan tingkat tinggi aku*. Dan terakhir, makasi buat sahabat-sahabatku dan temen-temen yang udah nyabarin aku saat nggak lulus undangan, terus memberi dukungan dalam ujian tulis, dan yang udah bersama berjuang untuk menaklukkan yang namanya SNMPTN tertulis.
Beginilah kisahku. Diakhiri dengan buah yang manis :)
By: Fajriin.K.
I'm back :D
Helloooo bloggers......two words that I wanna say.... "I'M BAAAAAACK!!!!". Oh my God! I event have forgotten this blog, my first blog. Instead, I made a new blog :(((. But, let's take it easy. I'll erase my new blog and back to this one. And I will start to post a lil of my UNIMPORTANT life story. For your information, I've passed to the one of the State University in Jakarta. It's Jakarta Islamic State University. And I'll post my long trip how I got into the University later and ASAP, hehehe.....And here, I need to say Thank You very much and Danke Schon to my bestie, http://syefrina-kudo.blogspot.com (Tia S)who have given know me about this forgotten blog :D, Bebooooong.. "arigatōgozaimashita, sistaaaaa" - *bungkuk berulang-ulang*Well, I thought I'm speechless *lebaiiiiii*. May be that's all. Byeeeee......
Minggu, 29 April 2012
Masa SMA Part 2
Part 2
X-6 - inilah kelas pertamaku di SMAN 13 Medan. Aku dan Ririn kembali satu kelas dan memutuskan untuk duduk semeja. Kesan pertama ngeliat X-6? *maaf sodara-sodara, saya lupa gimana kesan pertama ngeliat X-6. Aku ngelirik semua penghuni kelas ini. Di depan ku, duduk 2 orang anak Patumbak, tapi bertolak belakang. Yang satu orangnya ramah, tapi agak cerewet bernama Riza Indri. Dan yang di sebelahnya sangat pendiam. Tapi kalo diajak ngomong, mau juga :p. namanya Widya Syahfitri. Trus, ku lirik lagi ke belakang yang sangat heboh. Yang ku lihat adalah anak cewek yang biasa dipanggil ndut, hehehe :p dan langsung mikir "ih, kayaknya ni anak pinter niih", Dan ternyata emang iya, dia itu pinter, malah dapat juara di kelas. Namanya adalah Tia Mariani.
And, soal kakak kelas yang mampu menarik perhatianku itu....aku penasaran sama dia, tapi juga gak terlalu mikirin. Sampai akhirnya, ada suatu acara yang diadain oleh sekolah. Awalnya, suer deh! malas banget mau ikut. Tapi ujung-ujungnyaa....yaudah deh, boleh juga tuh. Acarapun tiba. dan....TADAAAA....cuman aku ma teman yang gak terlalu dekat yang datang ke acara itu. Kembali, aku seperti orang yang paling bodoh di jagad raya, Ya Allah...( ⌣ ́_ ⌣ ̀). Tapi, ada untungnya jugak sih aku ikut. Karena ternyata kakak kelas yang ku cari dan membuatku penasaran menjadi panitia di acara tersebut. Dengan modus yang standard, aku nanya ke beberapa orang soal namanya. Yap! Akhirnya, berkat acara itu, aku tahu namanya. Nama cowok yang selalu buat aku penasaran. Selesai acara tersebut, setiap istirahat, aku selalu melihat ke sana-ke mari (gak selalu diing..hehehe) hanya untuk melihatnya *cieileeh....sssttt..tapi, jangan bilang siapa-siapa ya bloggers :p.
Waktu berlalu hampir 3 bulan. Dan aku ikut dua ekskul. Namun pada akhirnya, aku keluar dari salah satu ekskul yang aku ikuti dan menetap di satu ekskul.
Selasa, 24 April 2012
Masa SMA part I
Part 1
Ini cerita flashback ku saat pertama kali masuk ke SMA. Sekitar bulan Juli 2009, aku dinyatakan LULUS dari SMP \(´▽`)/ dan pastinya niat masuk ke SMA. Pertama, aku bingung sangat, mau masuk SMAN 13 atau SMAN *tiit*. akupun mencoba untuk melihat SMAN 13 terlebih dahulu. Kesan pertama ngeliat SMAN 13, Щ(ºДºщ), ini sekolah atau apaan? *peace. Sekolahnya luas, cuman gersangnya na'udzubillah, kayak di gurun pasir. Aku ngebayangin gimana aku musti jalan di tengah lapangan cuman buat nyampe di ujung kalo resmi jadi murid SMAN 13 ┐(´_`)┌. Tapi ntah kenapa, aku juga jatuh cinta sama sekolah ini. Sekolah yang dikelilingi sungai Amazon II dan katanya sekolah kampung-kampung dengan murid yang gak kece. Tapi, aku gak langsung ambil keputusan dulu. Gimanapun juga, aku harus adil doong. Aku putuskan untuk ngunjungi SMAN *tiit* yang emang dari awal udah ku targetkan. Setelah menimbang-nimbang, akhirnya ku putuskan untuk mendaftar di SMAN 13 Medan dengan nilai yang pas-pasan.
Pengumuman keluar, dan ternyata aku dinyatakan...TIDAK LULUS (╥_╥). Tapi aku gak nyerah gitu aja. Aku kembali mendaftar di jalur testing. Besoknya aku ikut testing dengan kemampuan otak yang standard. Alhamdulillah, aku lulus di urutan yang ke-18.
***
Hari Senin datang menyambut dengan mentarinya. Sejarah nenek moyang yang telah turun temurun akan ku alami pertama kali masuk SMA, yaitu MOS (Masa Orientasi Siswa). Kami diwajibkan memakai pakaian putih-hitam dan aku ditempatkan di ruang Melati. Sumpah! aku kayak orang yang paling bodoh dan dungu di situ karena kawan terdekatku di SMP pada gak masuk ke SMAN 13. Selesai upacara yang menguras keringat, aku masuk ke ruangan dan gak tahu mau duduk sama siapa :(. Sampai akhirnya aku menemukan seorang makhluk kecil, hehe...yang akhirnya mau duduk samaku. Namanya adalah Ririn Wardania-SMP Harapan Mandiri. Ririn adalah teman pertama aku yang mana akhirnya kami menjadi sahabatan sampai akhir aku SMA :*. Dia itu orangnya cerewet sekali, tapi dalam hal menuju jalan kebaikan ha-ha-ha. Beda sama aku yang awalnya sangat pendiam banget (padahal aslinya enggak). MOS berjalan selama 5 hari dengan upacara kecil setiap paginya. Kakak senior di ruangan kami yang ku ingat cuman Kak Arifin, Kak Hafiz, Kak Endang dan Kak Ziah - kakak senior yang sok galak. 5 hari berlalu dengan hari terakhir yang sangat melelahkan. Kami harus memakai berbagai macam barang-barang yang gak banget. Kami harus makek topi dari bola, pete, terung, rambutan, dan dibedakin dengan comeng. Dan kami berubah menjadi manusia a.n.e.h. Lalu, diakhir MOS masuk kakak-kakak kelas yang mempromosikan ekskul-ekskulnya.
Sebenarnya aku malas untuk yang ikut begituan, dengerin mereka promosi aja malas. Tiba-tiba, muncullah kakak kelas yang langsung menarik perhatianku. Dia itu orangnya kecil, imut, tapi gaya bicaranya sok cool, tapi juga buat aku penasaran. Siapa sih kakak kelas ini? Tanpa sadar, aku terus memperhatikannya....
To Be Continued....
Minggu, 22 April 2012
Preumble
My name is Khairiah Fajrin Nasution. I was borned on February 22nd, 1995. And Imma 17 yo. I've just finished my Senior High School and would enter to the university. Just wait till May.I have a small family which I love part of it so much. I can't tell how many degrees I love 'em.I have two groups. They are The Yonk Fam (wak roncah) and The Comedy Putar. I love both of them so much.And this's my first blog (maybe) and thank you for the time to see this silly blog.Ok, I think that's all, thank you so muchmuch love <3
Langganan:
Postingan (Atom)